alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Diputus Kontrak, KAPU Rugi Rp 2,7 M

TANJUNG-PT Karya Anugrah Persada Utama (KAPU) merasa dicurangi lantaran kontraknya diputus sepihak PT BASK. Parahnya lagi, biaya pembayaran pekerjaan juga belum sepenuhnya dibayarkan, mengakibatkan kerugian miliaran rupiah.

Direktur Utama PT KAPU Kevin Jonathan mengatakan, pihaknya berkontrak dengan PT BASK sejak 2020 lalu. Pihaknya bekerja untuk pembangunan beach walk meliputi kolam renang, restoran, dan bar. Nilai proyek sekitar Rp 10 miliar.

Namun pada Oktober 2021, PT BASK memutus kontrak dengan pihaknya. Padahal saat itu pembangunannya sudah mencapai 90 persen. Rinciannya 85 persen pembangunan dan lima persen saving pemeliharaan. Selain itu, Rp 1,8 miliar juga belum dibayarkan BASK Hotel sejak pemutusan kontrak.

”Mereka beralasan pekerjaan saya tidak sesuai spek. Kenapa tidak bilang sejak awal saja, apalagi ini belum juga dibayar sampai sekarang,” bebernya.

Baca Juga :  Cegah Kecurangan, Djohan Ikut Awasi Tes CPNS dan PPPK

Dijelaskannya, pihaknya sudah menagih ke yang bersangkutan. Baik secara langsung maupun dimediasi camat Pemenang. Namun dari sejumlah pertemuan yang direncanakan PT BASK tidak pernah hadir.

Sebagai pihak yang dirugikan, pihaknya sudah melayangkan langkah somasi. Meski jawaban somasi itu tidak sesuai sebagaimana konteks pertanyaan yang dilayangkan. Dalam pemutusan kontrak, dirinya tidak pernah diberikan surat teguran dari 1-3, namun langsung diputus kontrak.

”Sudah dipanggil tapi tidak ada itikad baiknya untuk datang. Saya tetap akan menagih karena jelas saya dirugikan,” jelasnya.

Tidak hanya sisa pembayaran pekerjaan, sisa material di lokasi justru diduga dimanfaatkan PT BASK untuk lanjutan pembangunan. Ia mengetahui materialnya telah raib dan dimanfaatkan dari pengakuan mantan pegawai PT BASK sendiri.

Baca Juga :  Pembangunan Puskesmas Gili Trawangan Lanjut 2023

Hilangnya material itu sudah dilaporkan ke Polres Lombok Utara atas dugaan penggelapan material.  Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari kepolisian. Kevin menyebut pihaknya sudah merugi sekitar Rp 2,7 miliar.

”Saya dirugikan karena saya kan pinjam dana dari bank, bunganya itu tetap jalan. Yang saya pertanyakan dari polres ini belum ada titik terang sampai sekarang, bahkan terkesan kasusnya mandek,” katanya.

”Soal persoalan dugaan penggelapan material sehingga saya rugi Rp 250 juta, itu perkara lain,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, PT BASK melalui pengacaranya Jason belum berkomentar banyak. Dirinya meminta agar dikirimkan surat ke kantornya di Jakarta untuk konfirmasi.

”Mohon maaf dinda, kirim surat saja ke kantor kami ya,” katanya singkat. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/