alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Pemerintah KLU Segera Buatkan Regulasi Rute Gili Trawangan-Bali

TANJUNG-Pemerintah KLU memediasi asosiasi fast boat Bali dan Koperasi Karya Bahari (KKB), di aula kantor bupati, Senin (20/6). Dari mediasi itu, kedua belah pihak sepakat menunggu regulasi dari Pemerintah KLU selama dua pekan.

”Dalam waktu dekat ini kami akan buatkan regulasinya,” ujar Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan.

Regulasi tersebut nantinya tidak hanya menuntaskan persoalan kedua belah pihak saja. Namun menjadi jalan Pemerintah KLU mengatur dan menata Gili Tramena.

”Tentu kita tidak bisa sendiri, TNI, Polri, Pemprov NTB, hingga pemerintah pusat juga ikut dikoordinasikan,” sambungnya.

Pembuatan regulasi tersebut dihajatkan untuk kenyamanan semua pihak. Termasuk mempertimbangkan seperti apa kawasan Gili Tramena kedepan. ”Makanya ini jadi pembahasan teknis dengan semua pihak,” katanya.

Selama dua pekan menanti, tetap menggunakan rute biasa. Yakni bongkar muatannya di dermaga gili, setelah itu baru ke Bangsal.

Baca Juga :  Dongkrat PAD Pemkab Lombok Utara Perbaiki Teknologi dan Sistem

”Ini adalah kesepakatan agar tidak ribut,” ujar Danny.

Politisi Gerindra ini berharap penataan tersebut akan berbuah baik untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua KKB Sabarudin mengatakan, pihaknya sepakat menunggu dua pekan. Sedangkan mengenai permintaan format baru dalam kerja sama, pihaknya akan melihat dulu bentuk regulasinya.

”Kita lihat dulu seperti apa nantinya,” katanya.

Mengenai pungutan Rp 20 ribu, diklaim, sudah dilakukan sejak 2008 lalu. Namun pihaknya membantah jika hal itu disebut sebagai pungutan liar (pungli). Sebab ada bukti kerja sama yang disahkan notaris.

”Untuk mencegah (pungli, Red) jadinya disahkan di notaris,” tandasnya.

Ostina Fast Boat Zulfikar mengatakan, pihaknya juga sepakat menunggu selama dua pekan. Pihaknya masih menggunakan rute perjalanan seperti biasanya sambil menunggu regulasi Pemerintah KLU.

”Jadi aktivitas biasa itu kita dari Bali langsung bongkar muatan ke tiga gili, baru ke Bangsal dan balik ke Bali,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembangunan Politeknik, Pusat Minta Ditalangi

Mengenai pengalihan ke Bangsal nantinya, hal ini tidak menjadi persoalan. ”Yang penting keamanan penumpang, itu yang kami takutkan,” katanya

Kepala UPP Kelas II Pemenang Heru Supriyadi mengatakan, dermaga di Gili Tramena merupakan bagian dari Pelabuhan Bangsal Pemenang.

”Mengingat faktor keamanan, jadi itu pasti jadi pertimbangan untuk izin (fast boat, Red),” katanya singkat.

Kapolres Lotara AKBP I Wayan Sudarmanta mengatakan, keributan di dermaga Gili Trawangan merupakan persoalan kesalahan komunikasi. Pihaknya berharap kedua pihak bisa segera menyelesaikannya dengan kondusif.

”Saya nilai ini miskomunikasi yang justru merugikan kita semua,” jelasnya.

Ketidaknyamanan yang diberikan pada wisatawan mancanegara (wisman) bisa berdampak tidak baik bagi KLU.  ”Karena masuk KSPN, kami harus memastikan keamanannya,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/