alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Insentif Belum Cair, Petugas Puskesmas Kayangan KLU Mogok Kerja

TANJUNG- Puskesmas Kayangan ditutup paksa, Senin (20/7). Hal tersebut buntut aksi tenaga kesehatan (nakes) puskesmas yang menagih kepastian pembayaran insentif mereka.

”Saya belum bisa menjelaskan jawaban sekarang, tapi Dikes sudah turun langsung ke Puskesmas Kayangan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan KLU H Lalu Bahrudin, Senin (20/7).

Ketua Komisi III DPRD KLU Artadi menyayangkan adanya penutupan tersebut. Menurutnya, bagaimanapun keberadaan puskesmas sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

”Kita khawatirkan adalah ketika ada masyarakat yang sakit sekarang ini masa harus dibawa ke puskesmas lain padahal ada yang lebih dekat,” ujar dia.

Menurutnya, tenaga medis di puskesmas itu seharusnya menyampaikan persoalan yang dihadapi melalui prosedur yang ada. Termasuk menyampaikan pada pihaknya. Sehingga dewan pun bisa ikut membantu menyikapi, tanpa harus melakukan penutupan.

”Harapan kita kedepan, kalau memang ada masalah di masing-masing OPD atau puskesmas itu janganlah langsung menutup,” harap Artadi.

”Jangan kita korbankan masyarakat seperti ini,” sambung politisi Gerindra itu.

Kini tugas Komisi III untuk mengevaluasi Dinas Kesehatan. Ia ingin agar tidak ada insentif tenaga medis yang ditunda. Sebab hal tersebut adalah hak mereka. Terlebih kini keterlambatan pencairan berujung penutupan puskesmas.

”Saya sudah sampaikan ke kadis Kesehatan. Jangan sampai setelah muncul masalah, baru ada niat menyelesaikan. Kalau sudah ada anggrannya diselesaikan saja secepatnya,” aku dia.

Ia menambahkan, dirinya juga tidak bisa menyalahkan tenaga medis sepenuhnya. Sebab mereka juga membutuhkan insentif tersebut untuk diri dan keluarga.

”Kita salahkan Dikes ini, karena sampai saat ini belum memberikan hak mereka itu,” ujar dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Kayangan Sukamto membenarkan adanya tenaga kesehatan yang mogok kerja. Tercatat 95 tenaga medis Puskesmas Kayangan yang berhenti sementara melakukan pelayanan.

Kronologis penutupan, dirinya diminta seluruh tenaga kesehatan untuk menembuskan empat poin tuntutan ke Dikes. Pertama, terkait pemindahan kepesertaan BPJS dari Puskesmas lain ke Puskesmas Kayangan, sebab kenyataannya masyarakat tersebut ada di wilayah kerja PKM Kayangan.

”Tuntutan ini sudah tiga kali saya sampaikan ke BPJS Kesehatan dan Dikes. Dijanjikan setelah tiga bulan akan selesai,” jelas Sukamto

Tiga bulan tersebut terhitung pertengahan Februari lalu. Ada 3.574 anggota BPJS Kesehatan  yang faskesnya di puskesmas lain, namun dilayani di PKM Kayangan.

”Setelah Juni belum juga ada makanya staf saya menuntut janji itu,” jelasnya.

Tuntutan kedua terkait insentif tenaga medis. ”Mereka dijanjikan ini, karena belum ada realisasi makanya mereka beraksi,” lanjut dia.

Tuntutan ketiga terkait uang lelah pelayanan Covid-19. Mereka ingin Dinas Kesehatan segera membayar honor Rp 80 ribu per hari selama penanganan Covid-19.

Tuntutan keempat adalah pemerataan tenaga dokter. Sebab di Puskesmas Kayangan dengan lima desa binaan hanya memiliki dua dokter.  Padahal ada puskesmas lain dengan wilayah kerja lebih sedikit tapi mempunyai lebih dari tiga dokter.

”Efeknya adalah tenaga dokter kami diporsir,” klaimnya.

Ia melanjutkan, dokter yang ada harus standby seharian saat ada kasus diluar kemampuan nakes lain yang piket. Belum lagi kepesertaan BPJS Kesehatan yang belum kembali ke wilayah Kayangan yang berujung Jaspel (Jasa Pelayanan) diterima sangat kecil.

”Sebagai contoh ada dokter di puskesmas kami yang dapat jaspel 600 ribu per bulan,” beber dia.

Meski begitu, sekretaris Dikes sudah datang memfasilitasi dan sepakat berusaha memenuhi tuntutan nakes. Sehingga pukul 12.00 Wita, pelayanan PKM Kayangan pun dibuka kembali.

”Meski pelayanan katanya ditutup sementara, tapi pasien rawat inap dan pasien emergency tetap dilayani,” tutur dia.

Keterangan berbeda justru disampaikan Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar. Dia mengatakan penutupan sementara itu dikarenakan ada tenaga medis yang menjalani rapid test. Jadi tak ada hubungannya dengan mogok kerja.

”Tadi kepala puskesmasnya juga bilang bahwa mereka sedang melakukan rapid test,” klaim Najmul. (fer/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks