alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Cegah Pemalsuan dengan Bank Data dan Tanda Tangan Digital

TANJUNG– Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu melaunching aplikasi Bank Data dan Tanda Tangan Digital di aula kantor bupati, Senin (19/7). Aplikasi ini diharapkan bisa mencegah terjadinya pemalsuan dokumen, termasuk tanda tangan hingga stempel.

”Pada semua pihak saya ucapkan terima kasih. Semoga kita bisa bekerja lebih baik lagi kedepannya,” ujar Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu.

Dia mengatakan, saat ini aplikasi yang baru diluncurkan sangat penting, mendukung tuntutan situasi dan kondisi. Kini banyak instansi pemerintah berinisiatif mengembangkan pelayanan publik. Yakni pelayanan melalui pemanfaatan kemajuan teknologi, informasi, dan jaringan komunikasi.

Manajemen perubahan pengembangan itu bisa dicapai jika semuanya kuat di tingkat pemerintahan. ”Perlu diketahui Lombok Utara masuk dalam program gerakan menuju Smart City. Hanya persoalannya belum tercipta sistem yang terintegrasi di pemerintahan,” jelas politisi PKB itu.

Kepala Diskominfotik NTB Najamuddin Amy mengatakan, penerapan tanda tangan digital bertujuan untuk meningkatkan keabsahan dokumen. ”Sekarang ini mudah melakukan pemalsuan tanda tangan dengan cara menscan, bahkan cap stempel,” ujarnya.

”Sehingga penting adanya tandatangan digital ini agar keabsahan dokumen dapat terus terjamin,” tutur dia.

Tanda tangan digital mencakup beberapa data dari identitas pemilik. Salah satunya seperti sidik jari yang tidak memiliki kesamaan antara satu orang dengan orang lainnya. ”Seluruh identitas dari pejabat benar-benar terlihat. Ibaratnya analisa forensik,” tandas dia.

Kepala Diskominfo Lombok Utara H Muhammad mengatakan, sebelum peluncuran aplikasi pihaknya telah melaksanakan kegiatan besar. Diantaranya membangun sistem informasi yang diberi nama Bank Data.

”Ini sudah melalui verifikasi yang dilakukan oleh verifikator penertiban sertifikat balai elektronik yang berwenang mengeluarkan sertifikat elektronik,” jelas dia.

Sedangkan proses yang belum terlaksana adalah implementasi tanda tangan digital. Saat ini baru BPKAD yang menggunakan teknologi tersebut. Setelah diluncurkan bupati, aplikasi dan teknologi tersebut akan digunakan di seluruh lingkup Pemda Lombok Utara.

Ia menambahkan, di Lombok Utara 494 orang telah menerima sertifikat elektronik. Sebab itu, ia berharap seluruh OPD bisa bekerjasama dengan baik.

”Kami akan memberikan pelatihan Bank Data pada masing-masing OPD, dan kami juga sudah melakukan sosialisasi sampai ke desa,” pungkas mantan kepala Dispar Lombok Utara itu. (fer/r9)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks