alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Pengelolaan Sampah Belum Optimal

TANJUNG-Dua proyek bidang persampahan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) hingga kini belum rampung. Masing-masing proyek TPST Gili Trawangan dan TPA Dusun Jugil, Desa Samik Bangkol, Kecamatan Gangga. Akibatnya, OPD pengelola sampah belum bisa maksimal mengelola sampah di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) KLU H Rusdi mengakui, baik proyek TPST Gili Trawangan dan TPA Jugil yang dikerjakan Kementerian PUPR tak bisa rampung tepat waktu. TPST Gili Trawangan dikerjakan melalui APBN 2018 lalu, pengerjaanya mengalami penundaan karena gempa. Sedangkan proyek TPA Jugil, tidak bisa langsung rampung karena adanya kerusakan talud pada sisi TPA.

“Proyek tersebut terus berlanjut, tapi masih dalam penyesuaian anggaran lagi,” ujar Rusdi.

Kementerian PUPR, sambung dia, akan melanjutkan proyek TPST Trawangan tahun ini.  Terlebih lagi, anggaran lanjutan proyek sudah diusulkan kembali oleh Dirjen Cipta Karya – Kementerian PUPR. Ditargetkan akhir tahun ini, proyek tersebut sudah dapat dimanfaatkan.

Rusdi tak mengetahui berapa total volume TPST yang selesai dikerjakan. Namun melihat sisa pekerjaan yang akan dilanjutkan, diproyeksikan memerlukan biaya sekitar Rp 3 miliar sampai Rp 4 miliar. Apabila proyek ini sudah rampung 100 persen, maka pusat akan menambahkan dengan prasarana pendukung seperti mesin pengolah sampah.

“Anggarannya sudah ada. Hanya ada kesalahan teknis terhadap apa yang harus dilanjutkan dari hasil yang putus kontrak kemarin itu,” sambungnya.

Menyangkut TPA Jugil, Rusdi memastikan tetap difungsikan meski pengerjaan proyek belum seluruhnya rampung. Hanya saja, TPA Jugil masih terbatas pada pembuangan di lokasi tersebut tanpa dibarengi dengan pemilahan sampah.

“Kalau yang TPS Jugil tinggal sedikit yang dikerjakan. Namun akibat gempa, talud untuk menahan tebing itu hancur,” tambahnya.

Menurut dia, perbaikan talud TPA mutlak dilakukan. Talud ini menjadi penahan tebing TPA dari ancaman longsor saat musim hujan. Talud itu sendiri merupakan bagian dari kontrak proyek secara keseluruhan. Ia berharap tahun ini kelanjutan proyek dirampungkan. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks