alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

Demi Tebus HP Pacar, Mahasiswa di Lombok Utara Curi Mesin Kapal

TANJUNG-Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah menuturkan, HK (inisial, Red), mahasiswa asal Pemenang nekat mencuri gear box turbo mesin speed boat 40PK Merek Yamaha. Barang tersebut dijual pada tersangka lainnya berinisial AA.

”Tim Puma Satreskrim Polres Lotara menangkap kedua pelaku setelah mendapat informasi dari masyarakat ada seorang warga yang kehilangan mesin boat,” beber dia didampingi Kasatreskrim AKP Anton Rama Putra dan Kasatnarkoba AKP Sukadana, dalam pengungkapan kasus, Kamis (21/1).

Kejadian berawal dari kapten kapal AN datang ke Moring Speed Boat Makmur, hendak memeriksa dan memanaskan boat. Namun saat diperiksa bagian mesin boat, ternyata gear box sudah tidak ada.

AN pun melaporkan hal itu pada pemilik boat dan sempat mencari di sekitar pantai Dusun Teluk Kodek, tapi tidak ditemukan.

”Dijual seharga Rp 2,1 juta,” sambung dia.

AA mengakui keberadaan barang tersebut dan telah dititip ke sebuah perusahaan jasa pengiriman barang di Mataram, untuk dikirim ke Provinsi Papua.

”Beruntung BB-nya belum dikirim ke Papua,” jelas dia.

Belakangan diketahui motif pelaku nekat mencuri untuk menebus HP sang pacar yang digadai.

Selain pencurian, ada tiga kasus lainnya yang diungkap selama Januari. Yakni dua kasus narkoba, dan satu kasus pencabulan anak.

Pencabulan terjadi di Kecamatan Bayan. Pelaku berinisial IKS diketahui berkenalan melalui media sosial Facebook.

”Modus pelaku merayu korban dan mengancam jika tidak berhubungan maka pelaku akan menyebarkan video-video korban,” jelasnya.

Video didapat dari bujuk rayu yang dia lancarkan pada korban. ”Atas kejadian ini IKS dikenakan pasal 81 ayat 1 uu 35 tahun 2015 minimum ancaman penjara 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” tandas dia.

Terkait kasus narkoba, Kasat Narkoba AKP Sukadana memaparkan dua penangkapan pada satu hari yang sama. Penangkapan pertama dilakukan di Kecamatan Bayan, pelaku berinisial FI alias AF diduga mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu. Dari tangan tersangka didapati enam poket sabu dengan berat hampir dua gram.

”Kasus kedua penangkapannya di Gili Air, bernisial DS,” katanya.

”Ganja kering berat 156 gram,” sambung dia.

Dugaan muncul, di Kecamatan Pemenang pelaku mendapat barang dari Mataram. Untuk kasus Bayan, mendapat barang dari Lombok Timur.

”Pelaku AF dikenakan pasal 114 narkotika golongan 1 minimal lima tahun penjara. Dan yang Gili Air dikenakan pasal 112 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” pungkas dia. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks