alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Kuota Pupuk Bersubsidi KLU Turun Drastis

TANJUNG-Kuota pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengalami penurunan. Kondisi ini merupakan dampak dari tidak terpenuhinya usulan RDKK ke pemerintah pusat.

”Benar, kuota pupuk bersubsidi kita menurun,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Tresnahadi, Jum’at (21/1).

Usulan pupuk bersubsidi melalui RDKK pada 2020 lalu, untuk urea hanya terealisasi 38,8 persen. Yakni dari 9.340 ton, hanya terealisasi 6.639 ton. Sedangkan NPK hanya 15 persen dari usulan 11.515 ton, realisasi hanya 1.716 ton.

”Tugas kami hanya mengusulkan sesuai RDKK, sesuai kebutuhan petani kita, namun kebijakan pusat tidak sesuai,” sambungnya.

Kewenangan DKP3 mengatur pengalokasian pupuk di tiap kecamatan. Pengalokasian tersebut diatur dalam Surat Keputusan (SK).

Baca Juga :  Polres Lombok Utara Edukasi Warga Tertib Berlalu Lintas

”Nantinya petani menebus pupuk dengan menunjukkan identitas KTP di setiap pengecer,” jelas mantan camat Kayangan itu.

Kebutuhan untuk tiap kecamatan sudah ditentukan di tiap pengecer. Sebab dari penyaluran distributor pun sudah disesuaikan.

Pada prinsipnya, petani tidak mempermasalahkan meski pupuk subsidi sedikit lebih mahal. Hal terpenting yakni pupuk tersebut mudah didapatkan.

”Biasanya yang jadi masalah kalau pupuk ini justru tidak ada,” katanya.

Petani bisa saja menyiasati kekurangan pupuk bersubsidi dengan pupuk nonsubsidi. Hanya saja, ada perbedaan harga yang cukup signifikan. Namun alternatif lainnya bisa dengan pupuk organik.

”Saat ini banyak pupuk organik dijual, mulai dari yang cair sampai granul,” bebernya.

Terpisah, salah satu petani KLU Mahri mengatakan, masalah pupuk memang berulang. ”Kita dua kali pupuk. Pas umur padi 15 hari dan 30 hari,” bebernya.

Baca Juga :  Bupati Djohan Sjamsu Belum Rela Ada Ritel Modern di KLU

Dirinya membeli pupuk subsidi seharga 2.500 per kilogramnya. Sementara untuk pupuk nonsubsidi Rp 13.000 per kilogramnya.

”Sangat jauh bedanya. Kami berharap semoga jatah pupuk subsidi ini diperbanyak lagi ke depannya,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/