alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Gizi Buruk di KLU Tinggal 4 Persen

TANJUNG– Angka gizi buruk di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dinilai menurun drastis. Berdasarkan hasil survei Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 lalu, gizi buruk di KLU hanya 4 persen dari seluruh anak usia di bawah dua tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) KLU H Khaerul Anwar menuturkan, hasil Riskesdas 2018 untuk status gizi di KLU secara umum cukup menggembirakan. Underweight (berat kurang) turun dari 25 persen di 2013 menjadi 23, 15 persen. Angka stunting juga turun dari 65 persen di 2013 menjadi 29,3 persen di 2018.

Hal ini tak lepas dari keberhasilan sejumlah program. Salah satunya Gerakan Saber Gebuk (sapu bersih gizi buruk dan gizi kurang). Program ini berhasil menurunkan kasus BGM (berat di bawah garis merah) dari 1.400 kasus menjadi 400 kasus pada Desember 2018.

“Hanya saja karena pengaruh gempa, penanganan terhadap balita ini belum maksimal. Tapi kita tetap berupaya maksimal,” ujarnya, kemarin (21/3).

Khaerul menambahkan, penyebab tingginya angka gizi kurang salah satunya akibat pola asuh dan pemberian gizi yang tidak maksimal. Asupan gizi anak kerap kurang diperhatikan orang tuanya. Sebagian besar orang tua di KLU memberi makanan untuk anaknya dengan kadar gizi yang kurang.

“Bahkan pada beberapa kasus, Dikes mendapati anak diberikan nasi papah atau nasi yang dikunyah oleh ibu atau orang tua. Padahal nasi tersebut tidak baik untuk kesehatan anak,” jelasnya.

Dikes dan RSUD berupaya mengefektifkan gerakan Saber Gebuk. Saber Gebuk dioptimalkan dengan melacak, menemukan dan mengobati anak yang kekurangan gizi secara langsung.

Saber Gebuk tidak hanya dilakukan di posyandu, tapi juga dengan menyasar rumah warga. Setiap informasi adanya anak sakit dan terindikasi mengalami gizi buruk dan gizi kurang, akan langsung ditangani.

“Anggaran untuk gizi cukup banyak. Sarana prasarana posyandu juga akan dibantu pusat. Artinya sumber daya untuk menangani kasus gizi buruk ini cukup banyak,” tandasnya.

Terpisah, Bupati KLU H Najmul Akhyar mengatakan, penurunan kasus gizi buruk ini menunjukkan membaiknya kinerja di bidang kesehatan. Ia berharap, ke depan penanganan gizi buruk dapat lebih dimaksimalkan.

“Gizi buruk bukan semata akibat kemiskinan, namun juga faktor perilaku. Ini harus jadi fokus penanganan,” tegasnya.

Bupati menambahkan, pencegahan gizi buruk dan stunting perlu terus disosialisasikan.  Kemudian mengubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat yang berpotensi menimbulkan gizi buruk. Seperti anggapan bahwa orang yang baru melahirkan itu tidak boleh makan ayam, telur, hingga ikan.

Di samping itu, posyandu dan pemberian makanan tambahan kepada anak juga harus dimaksimalkan. Ada juga kegiatan bersama Dinas Perikanan melalui gerakan forum gemar makan ikan memberi makanan berbasis ikan. (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks