alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Dampak MotoGP, Okupansi Hotel Tramena Naik Tiga Kali Lipat

TANJUNG- Event MotoGP selama tiga hari di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah memberi dampak cukup baik bagi pariwisata KLU. Gili Hotel Association (GHA) mencatat ada peningkatan okupansi sebesar 30 persen selama event tersebut.

”Di Gili Tramena ada sekitar 2.000 orang yang menginap,” ujar Ketua GHA Lalu Kusnawan, kemarin (21/3).

Keberadaan MotoGP dinilai memberi efek yang lebih baik dibandingkan World Superbike (WSBK) akhir tahun lalu. Tercatat sekitar 3.500 kamar penginapan terisi, baik di Gili Tramena maupun di daratan KLU. Mulai dari hotel di Klui Kecamatan Pemenang seperti Diva Lombok, Jeeva Klui, hingga Mina Tanjung di Kecamatan Tanjung terisi penuh.

”Sejumlah 900 lebih kamar di daratan. Hanya di Senaru yang mungkin belum tersentuh karena jauh,” sambungnya.

Di Gili Tramena saja, sebenarnya ada 4.500 kamar yang tersedia. Namun tamu yang menginap tercatat hanya 2.000 orang dengan satu kamar ditempati 2 orang. Artinya ada sebanyak 1.000 kamar yang berhasil terisi.  Sebagian besar dari mereka merupakan wisatawan domestik. Sedangkan wisatawan mancanegara (wisman) menginap bukan untuk menonton MotoGP.

”Mereka (wisman, Red) kebetulan weekend saja,” bebernya.

Kondisi ini tentu berbeda dengan beberapa pekan sebelum event MotoGP digelar. Saat itu pesanan kamar di Gili Tramena hanya mencapai 300 unit saja. Lonjakan justru mulai terjadi pada H-1 event MotoGP, dari 300 unit menjadi 1.000 unit kamar.

Baca Juga :  Isolasi Mandiri Rasa Liburan di Desa Jenggala Lombok Utara

Dari tiga gili yang ada, okupansi tertinggi masih di Gili Trawangan. Namun dirinya tidak bisa memastikan jumlah pendapatan selama tiga hari event tersebut. Sebab setiap hotel memiliki rate harga yang berbeda-beda. Selain itu, sebagian hotel juga menjual kamarnya melalui sejumlah agen perjalanan.

”Jadi saya tidak bisa ngomong soal itu,” katanya.

Sehari setelah event MotoGP berakhir, sudah ada wisatawan yang meninggalkan Gili Tramena. Namun masih ada juga wisatawan yang menginap. ”Intinya MotoGP ini berdampak juga bagi kami,” tandasnya.

Lonjakan okupansi di Gili Tramena juga sedikit berdampak pada pelaku usaha transportasi laut di Pelabuhan Bangsal. Namun dari 52 unit kapal yang disediakan, baru sebagian yang beroperasi.

Ketua Koperasi Karya Bahari (KKB) di Bangsal Sabarudin mengatakan, penumpang yang ada merupakan wisatawan dari Bali.

”Hanya beberapa dari Bali, terus beli tiket di Bangsal mau ke Gili Tramena,” bebernya.

Penumpang yang diangkut pun, rata-rata bukan hanya penonton MotoGP. Sedangkan jumlah kapal yang beroperasi juga tidak terlalu berubah banyak. Biasanya sekitar sembilan public boat yang beroperasi dengan jatah satu kali jalan per kapal.

Baca Juga :  Apa Solusi untuk Gunungan Sampah Gili Trawangan?

Pada hari pertama event, kapal yang beroperasi bertambah sebanyak 6 unit menjadi 15 kapal. Tiap kapal mengangkut sebanyak 35 penumpang dengan tarif Rp 20 ribu untuk Gili Trawangan. Kemudian pada Sabtu kembali naik lima unit menjadi 20 unit. Namun pada hari terakhir justru turun kembali meski tidak banyak.

”Jadi ini tidak sesuai dengan yang dihebohkan dulu, yang mereka minta harus siapkan kapal sekian,” jelasnya.

Kepala Kantor UPP Kelas II Pemenang Heru Supriyadi mengatakan, wisatawan di Gili Tramena mulai kembali ke Bali sejak kemarin. Tercatat ada 10 kapal cepat menuju Bali beroperasi dengan kapasitas semuanya penuh.

”Hingga siang ini saja sudah tujuh yang berangkat, sisanya jam tiga sore,” katanya.

Sementara untuk public boat, Heru mengaku belum mengetahui jumlah penumpang yang diseberangkan. Namun aktivitas penyeberangan paling ramai pada Sabtu (19/3). Sebagian besar penumpang merupakan wisatawan yang kehabisan tiket pesawat. Sehingga mereka transit menggunakan jalur laut dari Bangsal menuju Bali.

”Besok juga kapal cepat akan full tapi hanya enam yang berangkat. Kalau hariannya sekitar seribuan penumpang diseberangkan,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/