alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Pemekaran Kecamatan Bayan, Terkendala Jumlah Desa

TANJUNG-Setelah memekarkan 10 desa baru, kini Pemda Kabupaten Lombok Utara berniat memekarkan kecamatan. Rencananya aka nada  Kecamatan Tiga Gili, Kecamatan  Bayan Barat dan Kecamatan Bayan Timur.

Meski wacana ini dinilai bagus, namun untuk merealisasikannya, Kecamatan Bayan perlu menambah 10 desa terlebih dahulu.

Kabag Pemerintahan Setda KLU H Rubain mengatakan, Bayan memiliki 40 persen luas wilayah kabupaten ini. Sehingga wajar dimekarkan. Namun untuk mekar, harus ada 10 desa yang ditinggalkan di kecamatan induk, dan desa di kecamatan baru kelak.

”Masih banyak hal yang harus dipersiapkan dulu,” ungkap dia, Minggu (21/6)

Kini jumlah desa di Kecamatan Bayan hanya sembulan. Solusinya, Kecamatan Bayan Barat bisa mengambil sebagian desa di perbatasan Kecamatan Kayangan. Seperti Desa Selengen dan Desa Salut.

”Kemarin ada 3 desa di Bayan baru didefinitifkan. Setidaknya butuh 8 desa lagi dimekarkan,” sambung dia.

Ia melanjutkan, wacana bupati ingin memekarkan kecamatan tidaklah sulit. Pihaknya akan segera melakukan survei desa yang bisa dimekarkan lagi.

Menurut dia, jika Desa Salut dan Desa Selengan bergabung untuk Kecamatan Bayan Barat, secara otomatis Kecamatan Kayangan perlu menambah desa lagi.

”Apakah Desa Anyar nanti bisa dimekarkan, atau bahkan Desa Senaru juga misalnya, itu akan kita kaji lagi,” jelas mantan ketua KONI KLU itu.

Dijelaskan, memekarkan desa saat ini tidak perlu menunggu lima tahun lagi. Pemda KLU sudah memiliki pengalaman memekarkan 10 desa belum lama ini. Pemekaran desa saat ini bisa dilakukan dalam waktu tiga tahun.

”Bahksn kalau memang siap, satu tahun pun bisa dilakukan,” klaim dia.

Sebelumnya, Bupati Lombok Utara H Najmul Ahyar menjelaskan rencana memekarkan Kecamatan Bayan menjadi Kecamatan Bayan Barat dan Bayan Timur itu. Alasannya untuk mendekatkan pelayan terhadap masyarakat di pedalaman.

”Saya berpikir, Bayan adalah  salah satu kecamatan yang luas dan juga keterjangakuan pelayanannya yang harus kita perhatikan,” kata Najmul

Selain luas, Bayan memiliki penduduk cukup banyak. Sehingga perlu dilakukan pemekaran untuk mempermudah dan mempercepat akses pelayanan. (fer/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks