alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Perkara Hukum Selesai, Masjid Kuno Bayan Seperti Tak Terurus

TANJUNG-Usai perkara hukum menyangkut penembokan Masjid Kuno Bayan tuntas, puing-puing bangunan yang sempat menjadi alat bukti masih belum dirapikan. Kepala Desa Bayan Satriadi mengatakan hingga saat ini belum ada upaya pembersihan dari Pemda KLU.

Ia mengungkapkan, setelah pemilihan kepala desa, banyak masyarakat mengeluhkan puing bangunan yang masih berserakan. Hal itu memunculkan kesan ikon Lombok Utara ini jadi tidak terurus.

Ia bersama Pemdes sebenarnya sudah melakukan musyawarah desa (musdes) menyangkut pembersihan. Namun terkendala keterbatasan anggaran hingga Pandemi Covid-19. ”Ini jadi permasalah yang masuk di desa. Puing bangunan itu dipindah, kan harus ada anggaran. Sementara kita tidak bisa alokasikan anggaran karena Virus Korona ini,” beber Satriadi, Minggu (21/6).

Untuk saat ini desa hanya bisa mengandalkan Pemda KLU. Tetapi menurut pria yang belum lama menjabat itu, respons pemda sangat lambat. Padahal, salah seorang warga sudah siap menjadikan lahan pribadinya tempat menampung tumpukan material tersebut.

”Kita ingin ketegasan dari pemda sekarang seperti apa. Masjid kuno ini tempat keramat, tempat suci. Kalau bingung ini mau dipindah ke mana, warga saya ada yang siap menampung,” jelasnya.

Menurut dia, sebagai ikon daerah sekaligus lokasi wisata religi,  Masjid Kuno Bayan mesti diprioritaskan daerah. Apalagi sekarang KLU tengah bersiap menyambut new normal. Tentu akan banyak wisatawan yang datang berkunjung ke masjid tersebut kelak. Demikian pula dengan ritual keagamaan yang intens dilaksanakan di sana.

”Jadi kalau masih ada puing itu nanti mereka akan terganggu,” cetusnya. ”Mestinya pak bupati perintahkan Dinas PU dan LH, karena memindahkan ini paling tidak harus ada alat berat,” pungkas Satriadi.

Mila, salah satu warga Desa Bayan turut menyayangkan kondisi saat ini. Menurutnya, hal tersebut sangat mengganggu keindahan masjid kuno. ”Kalau bisa segera dibereskan lah,” pinta dia. (fer/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks