alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Djohan Serukan Bersama Tuntaskan Persoalan Daerah

TANJUNG-Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar HUT ke-13 secara sederhana dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, (21/7). Di usia yang masih belia ini, Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan berharap daerah semakin inovatif, sejahtera, dan religius.

”HUT ke-13 ini memiliki makna bagi saya dan wabup. Dengan tema bersama berkarya membangun Lombok Utara, meski sederhana tapi tetap khidmat,” ujar Djohan.

Politisi PKB ini membeberkan, KLU masih dihantui tingginya angka kemiskinan. Ini menjadi PR yang harus dituntaskan. Tentunya dengan keberpihakan anggaran, program, dan kegiatan untuk menurunkan angka kemiskinan secara konsisten.

Pada awal pembentukan KLU, angka kemiskinannya 43,14 persen. Pada usia ke-13 ini, 26,99 persen. ”Insya Allah selanjutnya kita menurunkan angka kemiskinan secara terus menerus hingga tahun 2024 yang akan datang. Kuncinya hanya satu, yakni kita harus bersatu padu demi KLU,” sambung dia.

Bupati juga menyinggung pentingnya pemulihan pariwisata dan pertanian sebagai pendongkrak ekonomi.

Ia mengatakan, KLU memiliki kondisi topografi dengan deretan pegunungan dan pesisir yang indah. Dirinya membayangkan terciptanya desa wisata yang juga berbasis agro wisata.

”Ini bisa menjadi sebagai Ikon destinasi berskala nasional,” harapnya.

Lebih jauh pria yang dikenal sebagai bapak pembangunan KLU itu menyebutkan, progres Investasi Global Hub sudah dilakukan pertemuan dengan Pansus DPRD. Sedangkan pembangunan Jalan Lingkar Utara sepanjang 10 kilometer diyakini dapat menumbuhkan ekonomi.

”Dengan dibukanya jalan alternatif ini kita yakin dapat memacu pembangunan dan perekonomian daerah,” kata dia.

Sebagai daerah dengan status rawan bencana, penting dibuatkan program mitigasi dan kebencanaan terpadu. ”Yakni dengan cara membuat desa tangguh bencana,” tandas dia.

Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan mengajak seluruh masyarakat berkarya untuk membangun daerah. Apalagi saat ini daerah tengah menghadapi pandemi.

”Kita harus tetap semangat agar ini cepat berakhir dan menjalani  tugas kita seperti sediakala,” kata dia.

Berbicara tentang progres pembangunan rumah tahan gempa (RTG), data 30 Juni, dalam Surat Keputusan (SK) Bupati 1 hingga 27, rumah rusak 71.305 unit. Dan terverifikasi berdasarkan SK Bupati menjadi 64.000 unit. Namun SK Bupati 1 sampai 27 sesuai review Inspektur Utama (Irtama) BNPB  berubah menjadi 55.710 unit.

Dari data susulan tahap dua 7.164 unit.  Sedangkan data tampungan yang belum mendapatkan SK Bupati 357 unit.

”Hingga sampai saat ini data RTG yang belum terbangun mencapai 18 ribu unit,” jelas Danny. (fer/r9)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks