alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

KLU Siap Berangkatkan TKI ke Hongkong

TANJUNG-Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh pada pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Di Kabupaten Lombok Utara (KLU), baru 10 orang yang mendapatkan rekomendasi paspor awal tahun 2021 ini.

Baru Hongkong dan Singapura yang membuka kanal pengiriman PMI. ”10 orang ini direkomendasikan paspor ke Hongkong,” ujar Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) KLU Furqon, (22/2).

Ia menuturkan, animo masyarakat untuk bekerja ke luar negeri masih cukup tinggi. Hanya saja, mereka tidak diperbolehkan karena tidak ada rekomendasi. Sehingga pihaknya terpaksa menolak semua pendaftaran tersebut saat itu.

Setelah Hongkong dan Singapura membuka kanal pengiriman, para pendaftar pun akhirnya diterima. 10 orang CPMI yang direkomendasikan tersebut, kini masih dalam proses seleksi.

”Jadi ada regulasi yang membatasi,” jelas dia.

Lanjut Furqon, pengiriman CPMI masih tetap berjalan mengingat saat ini pihaknya belum bisa membuka peluang pekerjaan. Ada banyak dari CPMI ini dulunya diberhentikan dari tempat kerja akibat pandemic. ”Satu sisi rakyat kita butuh kerja, tetapi kita tidak bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Terlebih lagi SDM mereka juga yang masih kurang,” jelas dia.

Pihaknya pun sudah memiliki program peningkatan skill bidang ketenagakerjaan. Namun hal ini kembali terkendala dengan adanya refocusing anggaran empat persen.

”Ini miris sebenarnya. Jadi apa yang bisa kita lakukan di pandemi ini,” kata dia.

Meski adanya pembatasan oleh regulasi, pihaknya tetap mengantisipasi agar tidak ada warga KLU berangkat secara ilegal. Disnaker bekerja sama dengan Dinas Dukcapil, pemdes setempat, dan pihak imigrasi mencegah hal itu.

”Jadi yang mau berangkat ilegal itu susah. Kalau tidak ada keterangan dari pemerintah asal, paspornya susah diterbitkan,” jelas dia.

Diterangkan juga, untuk Malaysia justru akan ada pemulangan sejumlah PMI. Hal tersebut dikarenakan Pemerintah Malaysia berencana akan melakukan pemutihan. Hal ini tentu akan menjadi persoalan baru yang harus ditangani Pemda.

”Sekarang ini kita masih tidak bisa apa-apa,” tandas dia.

Terpisah, Ketua DPRD KLU Nasrudin tak menampik jika tutupnya kanal pengiriman CPMI sejumlah negara berdampak pada perekonomian warga.

”Terlebih lagi akan ada pemulangan PMI dari Malaysia, tentunya akan menambahkan angka pengangguran kita,” ujar dia.

Kata dia, pendapatan masyarakat sebagai PMI juga cukup besar. Saat ini, penting bagi pemda untuk membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat.

”Tidak melulu harus kerja di perusahaan,” kata dia.

Ada beberapa sektor yang bisa dihidupkan. Seperti pertanian, UMKM dan perikanan. Sektor ini bisa menjadi lapangan kerja baru bagi mereka yang dipulangkan maupun tidak bisa diberangkatkan.

”Apalagi perikanan dan pertanian ini tidak terlalu terdampak Covid-19,” tandas politisi Gerindra ini. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks