alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Mata Air Lokoq Prabu Hilang

TANJUNG-Sumber mata Air Lokoq Prabu kini sudah tidak ada lagi. Mata air di kawasan Kecamatan Bayan itu hilang tertimpa longsoran perbukitan sekitar. Akibatnya, pelanggan PDAM yang berada di wilayah tersebut tidak dapat terlayani air bersih.

Direktur PDAM KLU Raden Walliadin menuturkan, sumber mata air Lokoq Prabu selama ini menjadi andalan untuk pendistribusian jaringan perpipaan PDAM. Terutama kepada pelanggan yang ada di Kecamatan Bayan. Volume debit air yang ada di lokasi tersebut mencapai 30 liter/detik.

Namun bencana gempa lalu membuat terjadinya longsoran di wilayah dekat sumber mata air tersebut. Pipa yang menyalurkan air ikut terdampak gempa. Kerusakannya pun cukup parah. Pipa utama tersebut rusak terkena tertimpa bebatuan.

“Pascagempa tahun lalu, sudah kita perbaiki dan sempat berfungsi, namun kembali tertimbun longsoran yang terjadi beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Sumber mata air ini berada di kawasan perbukitan dengan jalan yang terjal. Hal ini membuat PDAM kesulitan untuk melakukan perbaikan. Untuk perbaikan secara manual  membutuhkan alat khusus.

Rusaknya sumber mata air ini berdampak pada akses pelayanan terhadap pelanggan sambungan rumah (SR) di wilayah tersebut. Saat ini sekitar 67 SR tidak bisa dilayani. Sementara SR yang lain sudah dapat mengakses air bersih yang diupayakan PDAM dengan mengakses sumber mata air lain. Yakni Sumber mata air Singang Pitu Nae dan Mandala.

“Pelanggan kita di Bayan mencapai ribuan, dan dengan sumber mata air baru yang kami akses ini kita optimis bisa memback up pelanggan yang ada di Kebaloan, Akar-akar, Sukadana dan Ancak,” tandasnya.

Krisis air di Bayan diakui salah satu pelaku wisata di Desa Senaru Rudy Trekker. Hal ini tentu berdampak pada pendapatan mereka. Rudy mengatakan hingga saat ini pihaknya maupun masyarakat sekitar kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan mereka terpaksa harus membeli air saat ada tamu yang datang.

“Beli air Rp 300 ribu, harga kamar Rp 300 ribu, artinya bisa dibilang rugi,” pungkasnya (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pasien Korona Keluyuran, NTB Siapkan Denda Rp 50 Juta atau Penjara

Pasien positif Covid-19 wajib menjalani isolasi secara ketat. Jika pasien positif Covid-19 tersebut terbukti keluyuran sebelum dinyatakan sembuh dipastikan akan dipidana. “Ketentuan pidana dalam Perda menyebut, dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta,” kata Kepala Biro Hukum Setda NTB H Ruslan Abdul Gani, Kamis  (6/8).

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Sosialisasi dan Penilaian Lomba Kampung Sehat Sampai September

PAMATWIL Kabag Sumda Polres Bima AKP Arief Hamid menggelar asistensi dan pemantauan kesiapan desa-desa di Kecamatan Palibelo, Bima, untuk mengikuti Lomba Kampung Sehat.

Kisah Serbat Jahe Desa Langko Lobar yang Bikin Kepincut Ibu Negara

Di tengah pandemi Korona sekarang ini, stamina dan imunitas tubuh harus tetap terjaga. Nah, minuman tradisional dari Desa Langko, Lombok Barat ini patut dicoba. Bentuknya Serbat Jahe. Ibu Negara Iriana Joko Widodo saja mencobanya.

Potensi Kebakaran Hutan di NTB Tinggi, DLHK Intensifkan Pengawasan

”Petugas KPH kami sekarang patroli 24 jam di lokasi yang selama ini sering terjadi kebakaran hutan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, kemarin (6/8/2020).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks