alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Bagi Hasil Minim, Warga Senaru Ancam Ambil Alih Pengelolaan Air Terjun Sendang Gile

TANJUNG-Warga Desa Senaru mengancam akan mengambil alih pengelolaan kawasan wisata Air Terjun Sendang Gila dan sejumlah aset adat yang kini dikelola Disbudpar KLU. Hal ini merupakan buntut kemarahan dan kekecewaan warga dan pihak desa, lantaran tak ada kontribusi apapun yang didapat.

Kepala Desa Senaru Raden Akria Buana menjelaskan, pihaknya berang lantaran desa tidak mendapat apapun dalam pembagian pendapatan. Begitu juga dengan kawasan wisata, warga pun dilarang masuk jika tidak mengantongi tiket yang dijual dinas.

”Padahal masyarakat bagian dari itu. Petani yang mau ke bawah dimintai tiket oleh petugas. Makanya kemarahan warga itu dilampiaskan pada hari Kamis lalu,” beber Raden Akria, di ruangan Asisten II Setda KLU, Senin (22/6).

Ia menjelaskan, pada awal definitif menjadi desa 1997 lalu, disepakati soal pengelolaan dan pembagian hasil retribusi. Daerah mendapat 35 persen, Desa Bayan 15 persen, dan Desa Senaru 50 persen. ”Desa Bayan dapat juga lantaran sumber mata air masuk dalam wilayah Bayan,” jelas dia.

Namun mulai 2010,  Disbudpar justru tidak lagi mengindahkan kesepakatan. Daerah mengambil sendiri tanpa ada kontribusi lagi untuk desa.

”Itu setelah akhir masa jabatan saya. Warga saat ini sudah siap mengawal proses untuk pembagian awal itu kembali. Ini sebagai bentuk kembali ke kesepakatan awal,” jelas Akria.

Ia menegaskan, pihaknya hanya menuntut dinas mengindahkan kesepakatan itu. Sebab ditengah Pandemi Covid-19 dan penutupan pendakian Rinjani, warga tidak mendapat pemasukan. Desa pun siap berkontribusi kepada daerah sepanjang mereka tetap dilibatkan.

”Bukannya kami ingin mengambil sewenang-wenang tanpa dasar. Kita ingin berkontribusi, bahkan tanah desa kita siap berikan. Walaupun sebelumnya disertifikatkan tanpa ada musyawarah dari masyarakat,” tegas dia.

”Kita ingin kembali ke awal, persoalan brand dan penjualan tiket atas nama daerah silahkan. Tetapi tetap kembali ke persentase pembagian sebelumnya,” pungkas dia.

Kepala Disbudpar Lombok Utara Vidi Eka Kusuma dikonfirmasi terpisah via telepon enggan berkomentar banyak. Meski sudah menggelar pertemuan dengan kepala Desa Senaru, namun kesimpulannya masih belum dapat dipastikan. ”Pak Sekda masih minta keterangan dari pak kades Senaru dulu,” kata dia. (fer/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Pak Wali..!! Kelurahan Cakra Barat Butuh APD Segera

Kelurahan Cakranegara Barat, salah satu wilayah yang berstatus zona merah di Mataram. Tidak main-main. Sebanyak 27 warga kelurahan ini dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Warga kelurahan ingin status wilayah tempat tinggalnya keluar dari zona merah. Mereka butuh bantuan pemerintah.

Penanganan Kasus Pernikahan Sejenis Dialihkan ke Polres Lobar

Kasus pernikahan sesama pria  SU alias Mita dengan MU menyeret pejabat yang mengeluarkan rekomendasi dan menerbitkan surat nikah. Yakni  Kepala Lingkungan (Kaling) Pejarakan, Lurah Pejarakan Karya, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ampenan

Pilbup Loteng, Pathul-Nursiah Segera Terima SK Berkarya

Arah partai politik satu per satu mulai terang benderang. Terbaru, Partai Beringin Karya (Berkarya) telah menyiapkan SK untuk empat kabupaten/kota di NTB.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks