alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Efek PMK, Stok Daging di Pasar Pemenang Menipis

TANJUNG-Mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak ikut berpengaruh pada stok daging yang dijual. Seperti di Pasar Pemenang, stok daging sapi menipis bahkan sempat kosong.

”Kayaknya belum banyak yang berani jual daging sementara ini, Selasa kemarin di Pasar Pemenang malah tidak ditemukan,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag UMKM KLU Harianto, Rabu (22/6).

Minimnya stok daging di Pasar Pemenang diduga lantaran banyak penjual berasal dari Lombok Barat, terutama Gunungsari. Adanya kebijakan daerah mengantisipasi penyebaran PMK, pasokan daging dari luar KLU distop sementara waktu.

”Mereka (pedagang,Red) tidak bisa akses jagal di sini, jadinya stok daging dijual di Pasar Pemenang sedikit,” sambungnya.

Baca Juga :  Senaru dan Malaka Berbenah, Fokus Pariwisata

Dikatakannya, pihaknya rutin melakukan pemantauan di tiga pasar. Yakni Pasar Pemenang, Pasar Tanjung, dan Pasar Gondang. Dari tiga pasar tersebut, stok daging di Pasar Tanjung dan Gondang masih terbilang aman.

”Pasar Tanjung kita pantau tiap hari, kalau yang lain tiap Rabu,” beber Harianto.

Hanya saja kondisi harga daging yang dijual masih terbilang mahal. Yakni di Pasar Tanjung Rp 120 ribu per kilogram, dan Pasar Gondang Rp 125 ribu per kilogramnya.

”Di sini pasokan tidak ada dari luar, dipotong di RPH sini,” katanya.

Sementara itu, Kepala DKP3 KLU Tresnahadi mengatakan, stok daging di KLU masih tinggi, meski sedikit menurun. Pada 4 April lalu sebelum PMK merebak, tercatat stok daging sapi 66,13 ton, dengan kebutuhan 5,50 ton per pekannya.

Baca Juga :  Ketua Dewan Tolak Ritel Modern Masuk KLU

Setelah PMK merebak, berdasarkan data per 20 Juni stok daging mengalami sedikit penurunan menjadi 63,81 ton. Dengan kebutuhan sebanyak 5,0 ton per pekannya.

”Ada penurunan hampir tiga ton,” katanya.

Berbicara ketersedian daging, itu tidak hanya dilihat dari jumlah daging yang dijual di pasar. Namun dihitung juga asumsi daging yang tersedia dari total jumlah sapi siap dipotong di KLU.

”Sedikit dijual di pasar bukan berarti stok daging di KLU menipis,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/