alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

12.269 Rumah Korban Gempa di Lombok Utara Belum Dibangun

TANJUNG-Pemda KLU menyampaikan Rumah Tahan Gempa (RTG) yang belum terbangun hingga saat ini 12.269 unit.

”Kami sudah siapkan berbagai cara nantinya, untuk meng-cover hal tersebut,” ujar Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar, Rabu (22/7).

Diterangkan, upaya pemerintah menangani dampak gempa dua tahun silam dapat dilihat dari data kerusakan, dibandingkan progres rehabilitasi serta rekonstruksi. Total permukiman warga yang rusak berat, sedang, dan ringan berjumlah 75.741 unit. Sedangkan total infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak 85 unit.

”Kerusakan dalam dua aspek itu ternyata merupakan yang terbanyak di NTB,” sambung dia.

Najmul melanjutkan, kerusakan fasilitas pendidikan mencapai 294 unit. Untuk fasilitas kesehatan, bangunan yang rusak meliputi satu unit RSUD, delapan unit puskesmas, 30 unit pustu, dan 45 unit poskesdes/polindes. Ditambah lagi 405 tempat ibadah, serta kerusakan pada fasilitas perekonomian meliputi pasar tradisional sejumlah 25. Tak ketinggalan 105 hotel.

Berdasarkan data terbaru 14 Juli 2020, rekapitulasi keperluan RTG 55.170 unit. Dari jumlah itu, RTG selesai terbangun 100 persen mencapai 35.417 unit, hanya dalam tempo satu tahun 10 bulan. Sedangkan RTG yang masih berproses 7.484 unit.

”RTG belum terbangun 12.269 unit,” kata Najmul.

Najmul masih yakin akan ada perpanjangan lagi. Sebab kemampuan pemerintah pusat memenuhi 100 persen anggaran untuk RTG belum mencukupi hingga 31 Juli mendatang. Hal tersebut terungkap saat dia mengunjungi BNPB belum lama ini.

”BNPB mengatakan mohon maaf karena seandainya tidak ada Covid-19 pasti tuntas dipenuhi” jelas alumni Unibraw itu.

Dijelaskan, pihaknya sudah mengusulkan 7.450 Unit untuk cadangan. Itu menjadi rencana cadangan  jika SK 25-27 tidak terpenuhi. Dia juga akan memohon hibah BNPB. Jika Hibah BNPB juga masih ada yang belum tercover, maka akan dimaksimalkan melalui program RTLH hingga APBD.

”Pokoknya kita sudah siapkan kebijakan berlapis sampai 2022 nanti, agar tidak ada satupun warga kita yang tidak dapat,” pungkas dia.

Terpisah, anggota Pansus RTG DPRD KLU Artadi meminta pemda lebih gesit lagi bekerja. Terlepas dari berbagai rencana cadangan, diingatkannya, batas waktu rehab rekon pascagempa usai akhir Juli.

”Kan kasihan warga yg belum dapat rumah itu,” kata dia.

Masih banyaknya RTG yang belum terbangun dinilai bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Terlebih lagi, sudah hampir dua tahun warga yang belum kebagian menunggu.

”Mereka lihat tetangganya sudah rampung dan bisa tinggal, sementara dia tidak,” ujarnya.

Anggota dewan Dapil Tanjung ini juga mendorong BPBD lebih memperhatikan proses sinkronisasi data penerima bantuan RTG. Sehingga tidak ada lagi komplain warga ketika SK dikeluarkan.

”Kita dorong Pemda lebih serius lagi dengan itu,” tandas dia.(fer/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Minyak Jaran Peresak Sakra, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Lawan Korona

PANDEMI Covid-19 membuat banyak inovasi yang dilakukan warga. Terutama untuk menjaga dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Seperti rajin berolahraga, mengkonsumsi madu alami, obat herbal, istirahat cukup, hingga berjemur dibawah matahari pagi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks