alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Usai Mogok Kerja Petugas Puskesmas Kayangan Diancam Pemecatan

TANJUNG- Komisi III DPRD KLU akhirnya turun langsung ke PKM Kayangan, kemarin (22/7). Ini tindak lanjut penutupan PKM Kayangan, Senin lalu (20/7) sebagai aksi tenaga kesehatan menuntut pencairan dana insentif dan honor lelah.

Ketua Komisi III DPRD KLU Artadi menuturkan, pihaknya turun untuk mendengarkan kejadian sebenarnya. Dari hasil kunjungan tersebut, Komisi III mendapatkan informasi mengejutkan. Selain persoalan inti yang belum usai, para tenaga kesehatan tersebut justru diancam akan dipecat dari PKM Kayangan.

”Dengan aksi mereka itu, petugas dari Dinas Kesehatan yang datang justru menyuruh mereka keluar. Silakan kalian mau jadi kuli bangunan atau buruh katanya,” beber dia.

Artadi menyayangkan statement pihak dinas. Menurut dia, seharusnya Dikes turun menyelesaikan tuntutan sebagai akar masalah. Bukan malah membuat masalah baru.

”Sampai saat ini justru belum ada jawaban pasti yang diberikan dinas tersebut,” sambung dia.

Ia melanjutkan, Pemda KLU kedepannya harus lebih serius dalam menyelesaikan setiap masalah. Apalagi kali ini menyangkut pelayanan kesehatan dan keselamatan nyawa orang lain.

”Hari ini kita bersurat ke dinas untuk pemanggilannya,” ujar dia.

Politisi Gerindra ini juga meminta bupati memeriksa setiap informasi yang diberikan bawahan. Bukan malah langsung mengiyakan yang berujung pada penyampaian tidak sesuai fakta di lapangan.

”Kepala dinas jangan kasih bupati informasi enak saja, harus ceritakan fakta lapangan biar jelas,” cetus dia

Ia juga menyayangkan pernyataan Dikes yang ingin mencari dalang dibalik aksi itu. Ia mempertanyakan maksud dari ucapan tersebut. ”Mereka menuntut hak kok diancam begitu,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Kayangan Sukamto membenarkan adanya 95 tenaga kesehatan yang mogok kerja. Meski begitu, sekdis kesehatan sudah datang memfasilitasi dan sepakat berusaha memenuhi sejumlah tuntutan. ”Saya berharap ini yang pertama sekaligus yang terakhir. Kasihan masyarakat jadi korban,” tandas dia. (fer/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Minyak Jaran Peresak Sakra, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Lawan Korona

PANDEMI Covid-19 membuat banyak inovasi yang dilakukan warga. Terutama untuk menjaga dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Seperti rajin berolahraga, mengkonsumsi madu alami, obat herbal, istirahat cukup, hingga berjemur dibawah matahari pagi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks