alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Menparekraf: Jalan Gili Tramena Butuh Perhatian

TANJUNG-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahuddin Uno sudah mendorong Pemerintah KLU mengusulkan DAK pusat. Hal ini dianggap angin segar ditengah kondisi keuangan KLU yang tengah defisit.

Alhamdulillah, akan kami kawal,” ujar Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan, kemarin (23/3).

Menparekraf sendiri telah menyatakan komitmen membantu pariwisata KLU, pekan lalu. Terutama pada Gili Tramena sebagai kawasan penunjang KEK Mandalika. Menparekraf juga menyampaikan jika DAK 2023 akan didorong maksimal ke KLU.

Danny mengatakan salah satu prioritas penataan infrastruktur nantinya yakni jalan di Gili Tramena. Apalagi jalan lingkarnya yang terputus dan jalan di bagian dalam banyak yang berlubang. Bahkan jalan yang terus tergerus abrasi laut setiap tahunnya.

Baca Juga :  Sepak Terjang HIPLA Lotim Mengembangkan Wisata Bahari di Lombok Timur

”Artinya kondisi ini sudah tidak layak untuk menunjang pariwisata,” sambungnya.

Mengenai DAK pusat tersebut, pihaknya telah berkonsultasi dengan Dirjen Destinasi Kemenparekraf. Mulai dari penyediaan dokumen persyaratan, master plan hingga kesesuaian tata ruang.

”Kami sudah konsultasi soal itu,” katanya.

Anggaran DAK Kemenparekraf itu nantinya juga akan dikawal bersama stakeholder pariwisata lainnya. Termasuk melibatkan pelaku wisata, pemerintah desa, hingga Pemprov NTB.

”Kami berkonsultasi juga dengan provinsi kaitannya dengan tiga gili ini, demi percepatan,” tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) KLU Ainal Yakin mengatakan, memprioritaskan Gili Tramena karena masuk kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Pihaknya sudah mengajukan proposal ke Kemenparekraf agar bisa mendapatkan bantuan DAK.

Baca Juga :  Ada Transaksi Aset Ilegal di Gili Trawangan, Nilainya Sangat Fantastis

”Mudahan kita dapat DAK 2023 nanti,” katanya.

Selain Gili Tramena, ada beberapa lokasi yang juga dipriotaskan untuk perbaikan. Diantaranya Pelabuhan Carik di Kecamatan Bayan dan Desa Senaru.

Anggaran yang diajukan ke pusat tersebut merupakan DAK penuntasan. Dispar mencantum banyak hal, termasuk perbaikan akses jalan. Jumlah anggaran yang diusulkan juga cukup besar.

Untuk Gili Tramena sebesar Rp 81 miliar, Pelabuhan Carik Rp 15 miliar, dan Senaru Rp 15 miliar. Sehingga total keseluruhannya Rp 111 miliar.

”Dari tiga lokasi itu tinggal Pelabuhan Carik belum ada DED (detailed engineering design) tapi master plannya sudah ada,” beber Ainal.

”Di Pelabuhan Carik dan Senaru nantinya akan dilakukan pengembangan wisata secara menyeluruh,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/