alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Pemkab KLU Bantah Proyek Destinasi Wisata Air Terjun Kerta Gangga Mangkrak

TANJUNG-Proyek perbaikan fisik destinasi wisata Air Terjun Kerta Gangga, Desa Genggelang dikabarkan mangkrak. Proyek senilai Rp 2,063 miliar itu tidak tuntas, dan menjadi temuan Komisi II DPRD KLU dalam sidaknya beberapa hari lalu.

Terkait itu, Kepala Disbudpar KLU Vidi Eka Kusuma menampik proyek Kerta Gangga tersebut mangkrak. Namun ia tidak membantah adanya keluhan mengenai pekerjaan tersebut. “Intinya ini kita akan tindaklanjuti, kita akan selesaikan,” ujar dia, Selasa (23/6).

Ada beberapa alasan dari pelaksana proyek mengenai hal tersebut. Tetapi pihaknya belum mengetahui pasti apa saja yang akan dibenahi nantinya. ”Kita akan turun dengan pak Hakamah (Komisi II DPRD KLU) untuk melihat ke lapangan,” sambung dia.

Ia melanjutkan, sejauh ini pihaknya sudah memanggil PPK proyek tersebut. Namun pengakuan PPK, tidak ada masalah di proyek tersebut. ”Memang proyek ini sudah dibayarkan 100 persen,” kata Vidi.

Saat ini proyek masih dalam masa pemeliharaan. Sehingga apa yang menjadi keluhan bisa diperbaiki. ”Proyek itu mangkrak atau bagaimana kita belum bisa pastikan,” sanggah Vidi.

”Intinya bangunan itu harus sesuai Spek,” sambungnya.

Proyek dengan beberapa item pekerjaan itu dimenangkan oleh CV ZZ (inisial), dengan nilai kontrak Rp 2,063 miliar lebih. Kontrak berlaku 20 Agustus- 17 Desember 2019, dengan nomor kontrak 027/03/Kontrak/PPK-Disbudpar/DAK-Kerta/2019.

”Setelah saya turun lapangan, ternyata informasi yang disampaikan warga benar. Proyek itu tidak tuntas semuanya,” beber Wakil Ketua Komisi II DPRD KLU Hakamah dikonfirmasi terpisah.

Dari temuannya, beberapa item pekerjaan yang tidak dikerjakan 100 persen. Diantaranya lima buah papan informasi masih kosong tulisan, kekurangan pasir 1.000 artco, batu 14 dump, pembayaran air dua bulan.

Selain itu, sampah proyek belum dibersihkan dari lokasi. Begitu juga pembangunan musala belum tuntas, dan trap tangga menanjak ke lokasi air terjun rusak. ”Jika tidak diperbaiki segera, trap itu rentan rusak pada musim hujan mendatang,” cetus politisi Gerindra ini.

Selain itu, item belum tuntas yang menjadi temuan juga mencakup floor kolam yang tidak selesai. Sebagian pagar juga belum dicor. Berikutnya tandon air, lampu taman, dan tolilet belum bisa dimanfaatkan sesuai hajat pembangunan.

”Kesan yang pertama muncul ke lokasi wisata ini, sangat kotor. Berbicara new normal, obyek ini pasti menjadi keluhan wisatawan dan itu bisa merusak citra pariwisata,” tegas Hakamah.

Ia pun meminta, OPD terkait segera menyikapi obyek wisata setempat. Dari sekian banyak proyek yang tidak tuntas, patut menjadi catatan kinerja OPD terkait masalah perencanaan, tender dan penentuan pemenang lelang.

”Ini namanya pembangunan, perencanaan tidak jelas. Kedepan, ULP harus lebih selektif lagi menentukan pemenang lelang,” tandas dia. (fer/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks