alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

PNS Terjerat Narkoba, Bupati Lombok Utara: Tidak Ada Toleransi!

TANJUNG-Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu angkat bicara mengenai oknum ASN Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang ditangkap di Mataram karena kasus narkoba. Dirinya mempersilahkan aparat hukum memproses anak buahnya sesuai hukum berlaku.

”Kalau salah ya silakan diproses. Tidak ada toleransi, apalagi karena narkoba,” tegas Djohan, Selasa (22/6).

Ia menuturkan, apa yang dilakukan oknum ASN tersebut sangat tidak baik. Seorang ASN seharusnya memberikan contoh yang baik. Bahkan sudah ada perundang-undangan yang mengatur hal tersebut.

Politisi PKB ini menegaskan, soal disiplin ASN sudah diatur dalam PP Nomor 53. Sebab belakangan diketahui oknum ASN yang diduga bertugas di Kantor Camat Pemenang tersebut sudah beberapa hari tidak masuk kerja.

”40 hari saja tidak masuk kantor, boleh kita usulkan agar diberhentikan. Apalagi dia ini ditangkap karena narkoba. Justru itu mempermudah pemberian sanksi,” jelas dia.

Baca Juga :  Banjir di Lombok Utara, Satu Rumah dan Warung Warga Hanyut

Berbicara soal pemecatan, hal tersebut memliki proses yang harus dilalui. Di dalam PP Nomor 53 tercantum jika dalam 40 hari tidak masuk meski tidak berturut-turut atau diakumulasikan, maka itu bisa diusulkan pemecatan.

”Jadi tidak toleransi kalau sudah sesuai aturan pemerintahan, kalau dipecat bahasanya nanti, maka akan dipecat,” tegas Djohan.

Melalui kejadian tersebut, Djohan mengimbau seluruh ASN di KLU untuk menjauhi narkoba dan rajin bekerja. Sebab dirinya tidak akan membela siapapun ASN yang terlibat kasus hukum dan memenuhi syarat untuk dipecat.

”Kita harus menggunakan aturan kepegawaian kita,” tandas dia.

Sekretaris Camat Pemenang Lalu Gita Bayu mengatakan mendapatkan informasi awal dari media. Pihaknya tengah memeriksa kebenaran informasi tersebut.

”Setelah dipastikan jadi tersangka baru kami bisa beri kejelasan. Sampai saat ini belum ada surat pemberitahuan resmi dari kepolisian. Kami baru dapat informasi dari media,” beber dia.

Baca Juga :  Dana Pembangunan RTG di KLU Rp 117 Miliar Masih Diblokir, Ini Alasan BNPB

Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya mencoba menghubungi oknum ASN tersebut, namun ponselnya tidak aktif. Bahkan mereka juga menghubungi keluarga oknum bersangkutan tidak kunjung tersambung hingga saat ini.

”Terduga pelaku ini tidak masuk sejak Jumat kemarin sampai hari ini, tidak ada kontak sama sekali,” jelas dia.

Pihaknya kemudian menelusuri informasi ke Polresta Mataram. Namun hanya diberikan inisial saja. Hal ini dikarenakan privasi oknum tersebut yang belum ditetapkan sebagai tersangka alias masih terduga. Perihal kebenaran oknum tersebut staf di Kantor Camat Pemenang, polisi masih belum mau memberi informasi lanjutan.

”Nanti sambil menunggu proses menjadi tersangka,” pungkas dia. (fer/r9)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/