alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Budidaya Timun Mini, Senjata Desa Bentek Lawan Pandemi

Tak ada yang menyangka. Budidaya timun mini bisa menjadi penyelamat melawan pandemic di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Bayangkan. Hanya dari lahan seluas 14 are saja, bisa menghasilkan omzet hingga 14 juta sebulan.

——————————————

 

IKUT Lomba Kampung Sehat, Desa Bentek punya dua kelebihan. Soal kesehatan dan perilaku hidup bersih, jangan ditanya. Desa Bentek adalah juara satu lomba PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Lombok Utara. Diwakili Dusun Sanbaro.

Nah, manakala Lomba Kampung Sehat digelar Polda NTB, Desa Bantek juga ikut menunjukkan keunggulannya yang lain. Kali ini di sektor ekonomi. Momentumnya pas. Yakni di tengah pandemi. Rupanya, budidaya timun mini di desa ini hasilnya sungguh menggiurkan. Apalagi, mayoritas penduduk Desa Bentek adalah petani.

Kepala Desa Bentek Warna Wijaya pekan ini mengajak Lombok Post berkeliling di Dusun Loang Sawah. Melihat dari dekat budidaya timun mini di sana. “Timun mini ini telah memulihkan ekonomi warga kami di tengah pandemi ini,” kata Warna.

Dia menunjukkan areal persawahan seluas 14 are yang ditanami mentimun mini tersebut. Orang ada pula yang menyebutnya timun acar. Warna menerangkan, hasil tanaman timun itu sangat menjanjikan. Pemasarannya pun tidak begitu sulit.

Dan yang istimewa, budidaya mentimun di areal seluas 14 are tersebut dikelola salah anggota kelompok wanita tani (KWT). Masih muda. Baru menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi. Kini, dalam setahun, lahan seluas 14 are itu mampu meraup omzet hingga Rp 140 juta.

“Per dua hari bisa sampai Rp 1 juta. Makanya ibu-ibu lain sekarang kita dorong untuk melakukan hal yang sama,” kata Warna.

Kata dia, Desa Bentek memiliki banyak area persawahan. Hal ini yang akan dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu yang produktif selain padi dan kacang tanah. Itu akan sangat berguna menunjang ekonomi masyarakat untuk ketahanan pangan di era adaptasi kebiasaan baru.

“Kami bersinergi dengan Dinas Pertanian untuk membina KWT. Desa kemudian memberikan pelatihan cara mengelola dan yang lainnya,” kata Warna lagi.

Apakah keunggulan Bentek hanya itu? Tidak. Saat ini kata Warna, selain budidaya mentimun, warga juga mulai memanfaatkan pekarangan untuk bertani hortikultura.  Semua ibu ibu rumah tangga sudah memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran-sayuran, rempah, serta pembibitan bibit durian.

“Bibit durian ini bisa dijual. Apalagi KLU ini terkenal dengan duriannya,” kata Warna.

Program pemanfaatan pekarang ini bahkan sudah dimulai semenjak 2013 lalu. Kepala desa dua periode ini juga menyebutkan, masyarakat juga kini menggalakkan budidaya ikan air tawar. Dilakukan bukan di kolam. Melainkan di sawah. Dengan begitu, selain bisa panen padi, warga juga bisa panen ikan. Hasilnya pun sangat menjanjikan.

Pemasaran ikan pun tak sulit. Di pasar Desa Bentek saja kata dia, permintaan ikan air tawar tiap hari bisa satu ton. Sementara kalau ada hari-hari besar, permintaan bisa melonjak.

Sehingga budidaya ikan air tawar ini pun menjadi peluang yang dimanfaatkan melalui sistem kelompok keluarga.  Saat ini sudah ada empat kelompok pembudidaya ikan. Yakni satu di Dusun Karang Lendang, Satu di Dusun Todok, dan dua di Dusun Laong Sawah.

Kata dia, ini menjadi upaya kita mendorong warga meningkatkan perekonomian mereka. Bahkan jika Covid-19 mereda, anggaran Dana Desa akan digeser ke program tersebut. Bahkan tahun depan, pemerintah desa akan fokus pada pembinaan cara membuat pakan untuk ikan air tawar.

Ia menambahkan, pada 2021 akan ada Bentek Berproduksi melalui program AMPUH (anak muda punya usaha). Hal ini untuk mengurangi pengangguran. Anak muda akan dibantu usaha perikanan, pertanian, dan juga perbengkelan.

Selain pertanian dan budidaya ikan air tawar, keunggulan lainnya di Desa Bentek adalah sistem pelayanan di kantor desa. Yakni setiap warga yang mengurus administrasi diminta membawa sampah plastik dari rumah dengan sistem ecobrikc. Hal ini sudah berlangsung selama emmpat bulan di awal-awal pandemi Covid-19.

“Warga cukup membawa ecobrick itu ke Bank Sampah Desa,” katanya. (fer/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks