alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

—————————————————-

 

SOAL kebersihan dan kesehatan bukan hal baru bagi Desa Bentek. Sejak Kades Bentek Warna Wijaya pertama menjabat, kebersihan sudah menjadi atensi utama. Karena itu, jangan heran jika desa ini kini memiliki kader-kader kesehatan yang sudah mumpuni.

Selain itu, desa ini pun sudah memiliki awiq-awiq khusus yang berhubungan dengan kesehatan. Dan lihatlah. Aliran sungai di Desa Bentek pun sangat bersih tanpa sampah berserakan.

“Sebelum Covid-19, Desa Bentek sudah juara satu PHBS,” kata Warna pada Lombok Post.

Namun di tengah pandemi, menjaga kesehatan saja tidak cukup. Perekonomian juga sama pentingnya. Mengingat dampak paling terasa di sektor tersebut. Maka, lahan Desa Bentek yang cukup subur dikembangkan untuk pertanian dan budidaya perikanan air tawar.

Dusun Loang Sawah menjadi pilihan Desa Bentek untuk mengembangkan potensi tersebut. Untuk memulihkan perekonomian akibat Covid-19 ini, masyarakat mengembangkan usaha timun dan budidaya ikan air tawar.

Jenis mentimun yang ditanami yakni timun mini atau timun acar. Hasil dari menanam timun ini terbilang cukup menjanjikan. Pasarannya tidak begitu sulit. Budidaya mentimun dikelola kelompok wanita tani (KWT). Dalam setahun, budidaya timun suri ini bisa menghasilkan omset hingga Rp 140 juta.

“Per dua hari bisa sampai Rp 1 juta. Makanya saya harapkan ibu-ibu lain juga seperti itu,” sambung Warna.

Kata dia, Desa Bentek memiliki banyak area persawahan. Hal ini kemudian dimanfaatkan untuk mendorong produktivitas ekonomi masyarakat. Antara lain warga di sana kini berccok tanam padi dan kacang tanah.

Di samping budidaya mentimun, warga Bentek juga mulai memanfaatkan pekarangan untuk bertani hortikultura.  Semua ibu-ibu rumah tangga sudah memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran-sayuran, rempah, serta pembibitan durian.

“Bibit durian ini dijual. Peminatnya banyak. Apalagi KLU ini terkenal dengan duriannya,” kata Warna.

Dia menjelaskan, program pemanfaatan pekarang tersebut sudah dilaunching sejak 2013 lalu.

Sementara untuk budidaya ikan air tawar juga dilakukan di sawah. Dibandingkan dengan ditanami padi, budidaya ikan air tawar di sawah cukup menjanjikan. Hasil yang diterima jauh lebih banyak.

“Apalagi kebutuhan ikan sangat tinggi,” sambung dia.

Warna mengungkapkan, kebutuhan ikan setiap harinya di Desa Bentek bisa mencapai satu ton per hari. Jumlah itu bisa lebih tinggi pada saat hari besar keagamaan.

Sebelumnya masyarakat hanya membeli di luar. Ini menjadi peluang yang dimanfaatkan melalui sistem kelompok keluarga.  Saat ini sudah ada empat kelompok pembudidaya ikan. Yakni satu di Dusun Karang Lendang, Satu di Dusun Todok, dan dua di Dusun Laong Sawah.

“Kolam ikan itu hampir 5 are, dan jenis ikannya bawal dan nila,” aku dia.

 

Luar Biasa

 

Kepala Puskesmas Gangga H Rasiatun mengungkapkan, Desa Bentek memang merpakan desa yang benar-benar komplet. Kata dia, semua hasil kuisioner dan dokumennya mendukung. Baik dari segi protokol Covid-19.

“Awiq-awiq tidak bisa merokok di kantor desa menjadi nilai plus desa tersebut,” katanya.

Dijelaskan, betapa kepala desa ini begitu antusias dalam hal kesehatan. Terlebih lagi Kades ini merupakan Kader Kesehatan semenjak lama. “Sehingga tentang kesehatan sangat paham,” katanya.

Di samping itu, semua kadus dan warganya sangat mendukung terkait hal itu. Mulai dari SDM, data, dan lingkungan, mereka sangat siap. “Mereka ini sangat antusias,” aku dia.

Dari 500 item pertanyaan, aku Rasiatun, nilai mereka hampir sempurna. Mereka dapat menunjukkan riil dari inovasi yang mereka buat. Nilai plus lainnya, aku dia, kasus Covid sangat minim. Hanya satu orang yang terkonfirmasi positif. Itu merupakan lansia dengan riwayat penyakit lain, namun sudah sembuh.

Sejak Februari sampai Agustus, Desa Bentek intens mengawal protokol kesehatan. Mereka yang akan masuk ke Desa Bentek distop dan diperiksa. Sehingga tidak ada kasus banyak seperti di desa-desa lain.

Dia menjelaskan, tujuan Lomba Kampung Sehat ini agar membuat masyarakat berprilaku hidup bersih dan sehat. Artinya, tetap intens menjaga kesehatan walaupun tidak terjadi Covid-19.

“Warga wajib pakai masker. Bahkan kepala desanya juga proaktif melakukan pembagian masker ke masyarakat,” tandas dia.

Terpisah, Danramil Gangga Lettu inf Zainudin mengatakan, Desa Bentek juara satu karena lengkap. Apapun yang dinilai sudah memadai. Mulai dari kesehatan, keamanan, hingga pertanian sangat bagus.

“Dari segi keamanan sangatlah terjangkau, jadi di sana ada jaga malamnya. Termasuk siskamling itu juga sudah aktif dan semua warga kompak,” beber dia.

“Inovasi-inovasi kades itu juga sangat bagus,” tutup Zainudin. (fer/r6)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks