alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Jalan Rusak Dibiarkan Pemerintah, Warga Tanam Pohon Pisang

TANJUNG-Warga Dusun Tuti, Desa Sokong kembali mengeluhkan kondisi akses jalan tempat tinggal mereka yang tak kunjung diperbaiki Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Hal ini membuat mereka kesal dan melakukan penanaman pohon pisang di sepanjang 30 meter jalan rusak tersebut.

”Kami sering sampaikan soal jalan ini ke Pak Artadi (anggota DPRD KLU), tapi belum ada tindakan dari pemerintah,” ujar salah satu warga Dusun Tuti Amaq Dian, 23/11).

Warga melakukan penanaman pohon pisang karena jalan tersebut sudah tidak bisa dilalui, akibat rusak parah. Aksi tersebut juga diklaim sebagai pengingat bagi warga agar tidak terjadi kecelakaan saat melewatinya.

”Ini terkesan dibiarkan saja. Padahal jalan ini sudah tidak layak dilewati,” sambungnya.

Amaq Dian membeberkan, jalan tersebut tidak pernah mengalami perbaikan sejak KLU terbentuk. Sedangkan jalan tersebut juga digunakan oleh anak-anak sekolah. Bagi warga yang rumahnya berada di bagian atas dari jalan tersebut terpaksa harus menitipkan motor di rumah warga yang ada di bawah.

”Mereka jalan kaki ke atas, karena motor saja tidak bisa lewat dengan kondisi jalan seperti ini,” jelasnya.

Ketua Komisi III DPRD KLU Artadi membenarkan jika dirinya kerap menerima keluhan warga. Hal tersebut tegasnya sering disampaikan ke Pemerintah KLU setiap tahunnya. Hanya saja hingga saat ini belum kunjung ada respons.

”Selalu saja mengatakan soal dana dan lain sebagainya,” keluhnya.

Politisi Gerindra ini mengatakan, dirinya berencana mengejar dana swakelola yang dikerjakan Dinas PUPR KLU. Dirinya akan mendatangi OPD tersebut  untuk menanyakan titik proyek dan mengecek DPA serta RAB pekerjaan itu.

”Saya akan minta ke dinas,” sambungnya.

”Mungkin saja nanti bisa dipakaikan bronjong dulu atau apa nanti untuk sementara, karena kalau mau  aspal tidak mungkin,” tambahnya.

Dirinya lantas mempertanyakan perihal dana swakelola yang justru digunakan untuk perbaikan jalan yang masih cukup bagus. Sementara jalan di Dusun Tuti yang rusak sejak lama justru tidak diperhatikan.

”Saya minta ke Dinas, jalan sepanjang 1,5 kilometer ini perbaiki,” tegasnya.

”Selain jalan, jembatannya juga. Sudah banyak makan korban, dan dua mobil jatuh di sana,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR KLU Kaharizal menolak mengomentari jauh persoalan ini.

”Jadi soal ini saya belum berani menjawab, kita harus liat dulu kondisi sekarang ini,” jawabnya singkat. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks