alexametrics
Rabu, 30 November 2022
Rabu, 30 November 2022

KPU KLU Edukasi Kaum Muda Milenial Soal Pemilu

TANJUNG-KPU Kabupaten Lombok Utara (KLU) melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih pada kaum milenial di Medana Bay Marina, Rabu (23/11). Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan, mahasiswa, hingga pelajar KLU. ”Kegiatan ini sangat penting, karena segmennya adalah kaum muda intelektual,” ujar Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU KLU M Zaki Abdillah.

Dikatakannya, para kaum muda intelektual ini merupakan representasi organisasi masyarakat (ormas) kepemudaan dengan basis yang jelas. Dirinya berharap, informasi yang diterima dari sosialisasi ini dapat disampaikan pada masyarakat di sekitar mereka. ”Paling tidak di ormas tempat mereka berada,” sambungnya.

Selama proses sosialisasi dan edukasi pemilih, Zaki mengaku ada sejumlah hal yang menjadi catatan KPU. Terdapat beragam respons pemuda terkait fenomena yang tidak lazim ditemukan di lapangan. ”Seperti masalah money politik, dan lainnya,” bebernya.

Tak hanya itu, ada kebimbangan sebagai tokoh pemuda. Terutama mengenai persepsi yang akan disematkan ketika mereka secara tidak langsung ikut dalam perpolitikan. ”Mereka dianggap sebagai orang yang belum layak berperan untuk masyarakat di luar politik,” jelasnya.

Baca Juga :  Buntut Insiden Catcalling, Semua Travel Guide di Gili Tramena Ditertibkan

Hal seperti ini menurut Zaki perlu diluruskan. Keterlibatan mereka bukanlah soal perpolitikan, tetapi mengenai demokrasi. Sebab para pemuda ini merupakan para pejuang demokrasi, bukan pejuang politik. ”Beda halnya dengan tim sukses yang memang pejuang timsesnya. Mereka ini adalah pejuang demokrasi begitu juga media dan kami di KPU,” terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya telah melakukan pemetaan kerentanan terhadap pemilih. Pada 2023 mendatang, pihaknya akan melakukan simulasi untuk mengantisipasi surat suara rusak. ”Memang tingkat suara tidak sah kita pada Pemilu itu lebih tinggi dibandingkan pemilihan, karena memang agak kompleks karena ada lima surat suara,” bebernya.

Pada Pemilu 2024 nanti, KPU memperkirakan jumlah pemilih akan bertambah dibandingkan 2019 lalu. Semua persoalan-persoalan yang berpotensi muncul tinggal dipetakan dan dimasifkan menjelang pemungutan hingga penghitungan nantinya. ”Karena kemarin di 2019, nyaris hanya simulasi itu dilakukan sekali,” katanya.

Baca Juga :  Cegah Varian Omicron, ASN Pemkab KLU Mulai Divaksin Booster

”Makanya ke depan kita tingkatkan sosialisasi secara kuantitas untuk simulasi agar bagiamana cara pemilihan untuk pemula dan lansia,” tandasnya.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU KLU Rasdi Pion mengajak pemuda mengawal pemilu. Salah satu caranya dengan mendaftarkan diri sebagai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Pendaftaran PPK sudah dibuka sejak 20 November hingga 29 November mendatang.

Dikatakannya, rekrutmen PPK dan PPS ini sama seperti tahun sebelumnya.  Jumlah PPK yang diambil tetap lima orang. Sedangkan untuk PPS diambil tiga orang per desa. Perbedaannya yakni pendaftaran tidak lagi dilakukan manual, namun melalui aplikasi. ”Sekarang ada penambahan 10 desa jadi otomatis jumlah PPS itu akan bertambah, ” jelasnya.

Lebih lanjut, Rasdi mengatakan, sistem rekrutmen berbasis aplikasi ini sangat transparan. Siapa pun bisa berpeluang bisa jadi anggota PPK maupun PPS nantinya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks
/