alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Destinasi Wisata Butuh Alat Penanganan Kedaruratan

TANJUNG– Musibah longsor di Air Terjun Tiu Kelep pascagempa 5,8 SR belum lama ini menjadi pelajaran bagi Disbudpar Kabupaten Lombok Utara (KLU). Disbudpar akan memprioritaskan pengadaan alat penanganan darurat kebencanaan di destinasi wisata.

“Hal ini akan segera dikomunikasikan dengan pemerintah pusat melalui Kemenpar RI,” ujar Kepala Disbudpar KLU Vidi Ekakusuma, Sabtu lalu (23/3).

Vidi menuturkan, pihaknya membutuhkan alat penanganan kebencanaan di destinasi wisata. Sehingga dapat memudahkan proses evakuasi ketika terjadi bencana atau kecelakaan. Disbudpar nantinya akan menggelar pelatihan penanganan dan evakuasi korban pada semua guide di seluruh kawasan wisata. Pelatihan tersebut juga melibatkan masyarakat desa setempat.

“Sebab mereka juga memiliki peran dalam melakukan evakuasi penyelamatan saat terjadi kedaruratan. Paling tidak masyarakat bisa memberikan pertolongan pertama sebelum tim evakuasi tiba,” jelasnya.

Terkait keterlibatan desa, Vidi mengaku sebenarnya desa sudah dilibatkan sejak awal untuk mengelola kawasan wisata. Dibentuknya kelompok sadar wisata (Pokdarwis), merupakan salah satu upaya mengangkat peran serta desa.

“Hanya saja komunikasi yang terjalin sebelumnya masih kurang intens. Hal ini yang akan diperbaiki agar pariwisata bisa menjadi lebih maju,” katanya

Vidi mengatakan, pariwisata tumbuh bukan karena peran satu atau dua pihak saja, tapi peran semua pihak. Sebab itu ia berharap pihak desa lebih proaktif. Pihaknya siap membuka ruang untuk bekerja sama dengan semua pihak, terutama pihak desa.

Ia melanjutkan, Pokdarwis di desa wisata berperan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Pokdarwis diharapkan bisa membentuk desa wisata menjadi community tourism. Serta memanfaatkan sumber daya desa untuk mendukung kebutuhan pariwisata. Seperti menawarkan rumah warga sebagai lokasi penginapan, dan lainnya. (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks