alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Hilangkan Stigma Teluk Nara Pelabuhan Bodong dengan Penertiban

TANJUNG-Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai turun untuk melakukan pendataan usaha, (24/11). Hal ini sebagai langkah menertibkan izin usaha yang ada di Kecamatan Pemenang. Salah satunya seperti di seputaran Pelabuhan Teluk Nara, Desa Malaka.

Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda KLU H Rusdi menuturkan, pendataan akan terus dilakukan. Targetnya rampung hingga awal tahun depan.

”Ini kontinyu kita lakukan,” ujarnya.

Sebelum mendata, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi. Hal itu merupakan langkah untuk memberitahukan masyarakat mengenai rencama Pemerintah KLU.

Pihaknya akan mendata izin operasional usaha tersebut. Seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang merupakan landasan pengusaha menjual jasa mereka.

”Semua kita lakukan pendataan berdasarkan potensi,” sambungnya.

Di sekitar Teluk Nara saja tercatat ada 30 jenis usaha. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat masih banyak titik lainnya.

Sasaran pendataan izin usaha mencakup semua. Tidak hanya restoran, namun juga jasa transportasi berupa speed boat, UKM, penginapan, travel, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk menertibkan usaha yang tidak memiliki legalitas.

”Sekaligus menyarankan masyarakat untuk segera mengurus izin usahanya,” kata mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup KLU itu

Rusdi menambahkan, syarat untuk mengurus izin cukup mudah. Terlebih dengan penggunaan sistem Online Singel Submission (OSS) yang diberlakukan Dinas Ketenagakerjaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PTSP) KLU.

”Masyarakat bisa mengakses sistem OSS melalui handphone. Proses izin sekarang itu cukup hanya sehari. KTP, email, dan nomor hp sudah keluar OSS,” jelasnya.

Perwakilan Asosiasi Jasa Transportasi Laut (AJTL) KLU Agung menyambut baik langkah pemerintah. Dirinya bersama 46 anggota asosiasi memang sudah menanti sinergi bersama. Sehingga masyarakat atau wisatawan bisa mengetahui jika lokasi penyeberangan ke Gili Tramena tidak hanya melalui Bangsal, tapi juga Teluk Nara.

”Justru kami menilai positif, sehingga kedepan kami jalan sesuai aturan dan tidak dianggap bodong. Selama ini para tamu hanya ke Bangsal saja,” katanya.

Tidak hanya menyangkut izin, namun pihaknya juga meminta supaya Pemerintah KLU bisa memperbaiki fasilitas maupun aturan.  Sehingga para wisatawan yang akan menyeberang melalui Teluk Nara bisa merasa nyaman dan aman.

Lebih lanjut pihaknya berharap sinergi tidak hanya sampai dalam upaya pendataan pun penertiban saja. Namun juga ada upaya pembinaan bagi usaha wisata transportasi laut khususnya.

”Maka pemda harus hadir. Begitu high season tidak hanya melulu ke Bangsal, tamu juga bisa mengarah ke sini,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks