Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Kepala SMP KLU Sharing Problem Pendidikan

TANJUNG-Puluhan kepala SMP di KLU mengikuti Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kamis (24/11). Kegiatan ini bertujuan menampung semua masalah pendidikan sekaligus menemukan solusinya. ”MKKS ini bertukar kelebihan dan kekurangan, masing-masing mencari solusi,” ujar Kepala Dinas Dikbudpora KLU Adenan.

Dikatakannya, persoalan yang dialami tiap sekolah berbeda satu dengan lainnya. Begitu juga dengan inovasi-inovasi yang dimiliki. Melalui rapat internal ini diharapkan antarsekolah bisa saling membantu mengatasi persoalan yang dialami. ”Saya sering mengingatkan diselesaikan dulu di internal mereka, jika tidak bisa diselesaikan baru ke dinas,” sambungnya.

Kurikulum Merdeka saat ini juga menjadi pembahasan utama dalam MKKS. Hal ini memiliki potensi masalah di tiap sekolah dengan kasus yang berbeda-beda. ”MKKS ini jadi sarana mereka berupaya untuk mengatasi itu. Termasuk isu literasi baca yang masih rendah,” katanya.

Baca Juga :  Diduga Dianiaya, IRT Ditemukan Tewas Berlumuran Darah

Berbicara soal literasi rendah, target ketentuan literasi baca nantinya akan menyasar level sekolah dasar. Sebanyak 1.500 orang ditarget tuntas literasi dalam kurun tiga tahun pendampingan. Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan menjadi sampel untuk penuntasan target ini. ”Kita sudah diberitahukan kegiatan mereka nantinya nginap di rumah-rumah warga,” tandasnya.

Ketua MKKS KLU Munadi membenarkan, kegiatan ini merupakan wadah kepala sekolah menyelesaikan persoalan-persoalan pendidikan di sekolah. Setiap sekolah membawa permasalahan yang berbeda-beda. ”Kita diskusikan di forum mencari solusi dan selanjutnya pemberian contoh untuk memecahkan masalah tersebut,” ujarnya.

“Contoh kasus seperti di SMPN 1 Bayan lingkungannya asri sementara di sekolah lain belum ada. Nah nanti ada percontohan dari sekolah bersangkutan,” beber kepala SMPN 1 Tanjung.

Baca Juga :  Gara-gara PMK, Peternak KLU Terpaksa Lelang Ternak

Contoh lainnya adalah persoalan laporan pendanaan tertentu. Peningkatan mutu pendidikan, hingga masalah kegiatan belajar mengajar. ”Mutu pendidikan dan KBM di setiap sekolah ada yang bagus ada juga yang kurang. Dalam hal inilah kita saling bekerja sama untuk mencari jalan keluarnya,” jelas dia.

Pihaknya berharap ada perhatian lebih dari pemerintah pada sisi pendanaan. Setidaknya dapat mendatangkan narasumber yang berkompeten. Sebab selama ini kegiatan MKKS digelar secara swadaya. ”Kegiatan ini diikuti oleh 16 SMP negeri, 17 SMP Satap, dan sisanya SMP swasta,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks