alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Disbudpar KLU Benahi Gunung Malang Pusuk

TANJUNG-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyiapkan anggaran Rp 470 juta untuk pemeliharaan destinasi wisata Gunung Malang Pusuk. Anggaran ini digunakan untuk membangun safety guard dan sejumlah fasilitas lainnya.

“Kita upayakan juga membangun pengamanan bagi pengunjung,” ujar Kabid Destinasi Disbudpar KLU Bratayasa, kemarin (25/2).

Ia menuturkan, gempa Agustus lalu juga berdampak pada destinasi wisata Gunung Malang Pusuk. Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, seperti toilet dan lainnya. Untuk pemulihan pascagempa ini tentu diperlukan perbaikan. Di antaranya membangun safety guard sebagai pengaman bagi pengunjung yang beristirahat di destinasi tersebut.

“Hal seperti itu juga kita siapkan,” sambungnya.

Ia melanjutkan, ada sejumlah item yang akan dipersiapkan untuk perbaikan. Namun pihaknya akan lebih fokus pada gardu pandang. Sebab view destinasi yang menghadap ke tiga gili merupakan nilai jualnya. Tak hanya itu, juga akan ada penambahan fasilitas sosialnya.

“Kalau memungkinkan rencananya areal itu akan diperlebar nantinya,” akunya.

Untuk perbaikan di destinasi Gunung Malang Pusuk tersebut, Disbudpar telah menganggarkan dan sebesar Rp 470 juta. Dana ini dirasa Brata cukup untuk perbaikan dan penambahan fasilitas nantinya. Disbudpar juga akan mendesain kembali destinasi tersebut.

“Nanti kalau sudah jadi draft, desain itu kita akan perlihatkan lagi,” katanya.

Sementara terkait pembangunan lapak untuk PKL, ia mengaku akan menindaklanjutinya. Namun hal ini juga harus melibatkan OPD lain, seperti Diskoperindag. Tujuannya supaya semua berjalan sesuai tupoksi masing-masing. Termasuk juga koordinasi dengan Pemprov NTB.

“Jadi lahan itu provinsi yang punya. Makanya kita akan meminta izin dulu ke provinsi untuk pemanfaatannya,” jelasnya.

Pengerjaannya pun diakui Brata melibatkan KPH Rinjani Barat. Hal ini dikarenakan destinasi itu masuk dalam kawasan KPH. Kawasan itu dijadikan sebagai hutan produktif.

“Untuk izin itu kita sudah bersurat ke provinsi, tapi kita tunggu dulu desainnya supaya kita tidak kali kerja dua kali,” tandasnya. (fer/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks