alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Pengadaan Barang ICU RSUD Lombok Utara Diduga Bermasalah

TANJUNG-Pengadaan barang di OK dan ICU RSUD Lombok Utara 2019 lalu menyisakan masalah. Piutang ratusan juta rupiah untuk sejumlah item barang, seperti AC, lemari, dan kursi belum dibayarkan.

Juga ada dugaan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang lalai dalam pencairan kegiatan, yang sebelumnya diakui telah digaransikan atau di blokir dan dijamin PPK. Akibatnya, tiga suplayer penyedia sejumlah item barang merugi hingga Rp 850 juta.

PPK proyek pembangunan OK dan ICU E Bakri mengaku persoalan barang belum dibayar itu sudah tidak menjadi tanggungjawabnya. Pihak penyedia berkontrak dengan pihak pemenang tender, dan bukan dengan pihak RSUD.

”Kita sudah tidak ada urusan lagi dengan pihak penyedia,” ujarnya ditemani Direktur RSUD Lombok Utara Syamsul Hidayat, Jumat (26/6).

Begitu juga pembayaran per termin proyek tersebut. Semua dilakukan dengan kontraktor pelaksana, bukan suplayer. Kata Bakri, pihaknya mengantongi surat pernyataan dari rekanan bahwa semua barang yang diterima RSUD itu menjadi milik RSUD. Sedangkan barang-barang yang belum dibayarkan menjadi tanggungjawab rekanan.

Terkait pelunasan, Bakri mengklaim sudah menyelesaikan pembayaran termin terakhir Desember 2019, meski PHO dilaksanakan Februari 2020. Selain itu, ada garansi bank senilai Rp 993 juta karena pada proyek itu melewati tahun anggaran. ”Saya berani mencairkannya karena ada keyakinan barang yang dipesan rekanan datang dan saya buktikan dengan ekspedisi yang telat dan begitu PHO barangnya datang,” jelas dia.

Dia tak menampik suplayer sudah mengadukan persoalan itu ke kejaksaan. Pihaknya sudah diklarifikasi dengan bukti-bukti dan BPK juga sudah memeriksa.

Dirut RSUD Lombok Utara Syamsul Hidayat menyatakan, pihaknya akan mempertahankan barang yang ada. Dia bahkan mengancam melapor pada aparat hukum apabila suplayer bersikeras ingin mengambil kembali barang-barang yang sudah dimanfaatkan rumah sakit. Sebab persoalan antara rekanan dengan suplayer itu bukan menjadi tanggungjawab RSUD.

”Secara logika saja yang memiliki urusan dengan suplayer pemilik barang itu pihak rekanan yang memenangkan tender,” kata dia.

”Apabila nanti persoalan itu sampai di pengadilan kami siap menjadi saksi. Sedangkan untuk urusan dengan kami sudah tidak ada lagi,”tandas dia. (fer/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks