Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Stok Blanko E-KTP di Dukcapil KLU Menipis

TANJUNG-Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berupaya mengoptimalkan pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk). Beragam inovasi dilakukan untuk mempermudah akses masyarakat.

Beberapa inovasi tersebut seperti layanan keliling, jemput bola, hingga bekerja sama dengan instansi lain seperti Kemenag. Selain itu, pihaknya juga melayani langsung warga disabilitas hingga lansia secara door to door.

Namun tingginya jumlah permintaan pembuatan Adminduk ternyata tidak diikuti dengan stok blanko e-KTP. Persediaan blanko e-KTP di Dinas Dukcapil KLU kini sudah mulai menipis. Stok hingga akhir tahun ini hanya sekitar 1.500 blanko. ”Jika melihat jumlah permintaan yang kita layani tentu ini tidak cukup hingga akhir tahun,” ungkap Kadis Dukcapil KLU H Rubain, Jumat (25/11).

Baca Juga :  Usai Mogok Kerja Petugas Puskesmas Kayangan Diancam Pemecatan

Dikatakannya, permintaan mencetak e-KTP cukup banyak. Hal ini lantaran adanya perekaman bagi masyarakat yang baru memasuki usia 17 tahun. Di samping itu, ada 10 desa yang baru definitif sehingga membutuhkan perubahan status dan alamat. ”Juga karena e-KTP lama yang mengalami kerusakan,” sambungnya.

Menipisnya stok blanko membuat Dukcapil harus memilah skala prioritas saat melakukan cetak. E-KTP yang rusak dan masih bisa dipakai akan disarankan untuk tidak melakukan penggantian dulu. ”Dengan stok yang ada ini maka tentu kita memilah mana yang menjadi prioritas dulu, jika karena kerusakan dan  masih bisa dipakai ya kita sarankan untuk tidak mengganti dulu,” jelasnya.

Mantan kepala Bagian Pemerintahan Setda KLU ini melanjutkan, penggunaan blanko e-KTP bisa menghabiskan 1.000 keping dalam sehari. Baik itu saat pelayanan di kantor maupun layanan di lapangan. ”Tetap dengan kita memilah mana yang prioritas untuk dicetak,” katanya.

Baca Juga :  Kader Hanura Datangi Bawaslu Laporkan Dugaan Kecurangan di TPS 1 Tegal Maja

”Kami juga menjemput bola untuk perekaman bagi kelompok disabilitas, jompo dan ODGJ,” bebernya.

Untuk kekosongan blanko ini, Rubain sudah melakukan pengajuan tambahan ke pusat. Hal ini untuk mengantisipasi jika sisa yang ada habis. Pelayanan kependudukan ini diklaimnya harus tetap berjalan setiap harinya. ”Proses pelayanan harus tetap jalan,” tandasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks