alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

BBPOM Mataram Bimtek Kader Keamanan Pangan Desa di KLU

TANJUNG–Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi kader keamanan pangan desa, di Hotel Mina Tanjung, Senin (25/4/2022).

Bimtek ini merupakan rangkaian dari program nasional terpadu gerakan keamanan pangan desa, pasar aman, dan pangan jajanan anak sekolah (PJAS).

”Setelah advokasi, sekarang Bimtek kader. Jadi sekarang sudah ke teknis di desa yang kita intervensi,” ujar Kepala BBPOM Mataram I Gusti Ayu Adhi Aryapatni.

Ada dua desa yang mendapat intervensi keamanan pangan desa di KLU. Yakni Desa Bayan, Kecamatan Bayan dan Desa Santong, Kecamatan Kayangan. Tiap desa mengirimkan 21 orang kadernya dari tokoh masyarakat, guru, hingga karang taruna.

Puluhan kader ini nantinya akan menjadi Tim Keamanan Pangan Desa (TKPD). Mereka akan di SK-kan oleh kepala desa dan menjadi penggerak keamanan pangan di desa masing-masing.

”Mereka Bimtek tentang keamanan pangan, higienitas, pangan berbahaya, penyalahgunaan, hingga cara retell yang baik,” sambungnya.

Dia berharap kader akan mendiseminasikan ilmu keamanan pangan pada masing-masing komunitas. ”Misalnya guru bisa menyosialisasikan di sekolah, PKK ke anggotanya di desa, tokoh masyarakat saat pengajian, maupun Jumatan menyebarkan ilmu tentang keamanan pangan ini,” jelasnya.

BBPOM juga memberikan paket bantuan berupa rapid test reagent. Alat ini digunakan untuk mengetes produk untuk mengetahui ada tidaknya kandungan berbahaya. ”Ilmunya lengkap kita berikan, sampai cara mengetes kandungan produk,” bebernya.

Baca Juga :  Bantuan JPS untuk Warga Lombok Utara Tak Kunjung Dibagikan

”Tugas mereka secara mandiri melakukan pengawasan dan pembinaan pada pedagang, industri rumah tangga, dan lainnya,” tambahnya.

Gusti Ayu Adhi mengatakan, tujuan Bimtek tersebut tidak hanya terfokus pada keamanan pangan saja. Namun juga pada peningkatan daya saing produk. Ketika daya saing produk meningkat, maka perekonomian masyarakat bisa bergerak.

Bahkan setelah Bimtek, BBPOM Mataram akan tetap melakukan pengawasan terhadap puluhan kader tersebut. Mulai dari produk yang ada di rumah tangga masing-masing, hingga penyimpanannya.

”Kita kawal mereka, apakah produk di dapurnya memenuhi syarat atau tidak. Kita langsung cek,” katanya.

Hal itu dilakukan dengan harapan akan menjadi skrining awal bagi para kader. Sehingga mereka tidak membeli produk kedaluarsa dan menyimpan produk di tempat yang tepat.

”Jadi tidak sembarangan menyimpan,” ucapnya.

Ia menambahkan, para kader tersebut telah memiliki legalitas hingga atribut. Mereka bahkan memiliki hak untuk pengawasan terhadap keamanan pangan di desa. Hanya saja tidak sampai pada penegakan hukum ketika ada temuan di lapangan.

”Paling tidak dalam membina mereka sudah ada legalitas dan mereka paham ilmunya,” katanya.

Baca Juga :  Terdakwa Korupsi Dana Desa Sesait Dihukum Lebih Tinggi di Tingkat Banding

Dirinya berharap program terpadu di desa, sekolah dan pasar ini bisa meningkatkan indeks kesadaran masyarakat yang kini masih rendah. Kegiatan serupa juga telah diselenggarakan di Lombok Timur di hari yang sama. Ada empat desa yang diintervensi, yakni Desa Kembang Kuning, Dasan Borok, Sajang, dan Sembalun Bumbung.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP2KBPMD) KLU H Hermanto membenarkan ada desa di KLU diintervensi BBPOM Mataram. Mengingat program keamanan pangan hanya dianggarkan dari pusat tahun ini, seterusnya Pemdes harus menganggarkan dalam APBDes.

”Program ini nantinya dianggarkan dalam APBDes, karena pengamanan pangan ini salah satu program prioritas nasional,” ujarnya.

Mantan asisten II Setda KLU itu mengatakan, sumber dari Dana Desa (DD), ADD, BPHRD, Pendapatan Asli Desa (PADes). Juga pendapatan lain-lain selain dari 40 persen BLT DD, 20 persen program ketahanan pangan, dan delapan persen penanggulangan Covid-19.

Kegiatan keamanan pangan tersebut dianggarkan untuk mencapai SDGs desa. Yakni Desa Sehat dan Sejahtera melalui kegiatan pencegahan stunting.

”Ada banyak kegiatan keamanan pangan. Salah satunya sosialisasi pada masyarakat dan pelaku usaha,” pungkasnya. (*/fer/r9)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/