alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Pasien PDP Korona Meninggal, Direktur RSUD Lombok Utara Diminta Mundur

TANJUNG-Insiden meninggalnya PDP Covid-19 akibat keteledoran rumah sakit saat dalam isolasi mendapat tanggapan dewan. Ketua Komisi III DPRD KLU Artadi kecewa dengan pelayanan yang dilakukan petugas di RSUD Lombok Utara. Selain insiden tersebut,  ada banyak laporan dan keluhan dari masyarakat juga diterimanya.

”Bupati harus segera mengganti Direktur RSUD  serta melakukan evaluasi terhadap  jajaran ke bawah,” tegas Artadi, kemarin (26/7).

Kata dia, keluhan masyarakat saat ini justru lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Terutama berkaitan dengan pelayanan. ”Termasuk juga dengan  kesejahteraan para tenaga medis,” sorot politisi Gerindra itu.

Seharusnya setiap kesalahan tidak dianggap sebagai keteledoran belaka. Melainkan dijadikan pembelajaran agar tidak terjadi berkelanjutan. ”Tapi malah ini justru tambah parah,” sorotnya.

Ia melanjutkan, menilik dari segi fasilitas dan anggaran, sudah sangat memadai. Sebab setiap RSUD mengajukan permintaan anggaran, Komisi III tidak pernah menolak. Karena itu, seharusnya pelayanan yang diberikan juga sebanding. ”Tapi justru yang terjadi sebaliknya, pelayanannya sangat buruk,” cetus dia.

Pihaknya berencana turun melihat langsung kondisi rumah sakit, Senin (29/6) mendatang. Ditambahkan, dia turut menyayangkan statement direktur mengakui adanya keteledoran. Itu dinilainya sebagai suatu hal yang konyol.

”Kita komisi III sudah terlalu sering ketemu RSUD. Kita berpesan memberikan pelayanan kepada masyarakat yg baik. Tapi yang terjadi malah sebaliknya,” tegas dia.

Pihaknya turut mempertanyaankan tugas dewan pengawas di RSUD. ”Apa yang sudah dilakukan,” tanya dia.

Sebelumnya Direktur RSUD Lombok Utara H Syamsul Hidayat mengakui adanya keteledoran petugas medis saat pelayanan pada PDP Covid-19 yang meninggal dunia. Terhadap hal tersebut, ia bersama management RSUD Lombok Utara memohon maaf akan hal itu. ”Kami mohon maaf,” kata dia. (fer/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks