alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

PMK Tak Pengaruhi Harga Jual Kambing di KLU

TANJUNG-Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) rupanya tidak mempengaruhi harga jual kambing kambing. Hal ini tak lepas dari minimnya kasus PMK yang menimpa kambing di Kabupaten Lombok Utara (KLU), beda kasus dengan sapi.

”Harganya masih seperti sebelumnya, belum ada penurunan,” ujar penjual kambing kurban Dusun Majalangu, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung Rajit Karya, Minggu (26/6).

Dia bahkan memprediksi, pembelian kambing untuk kurban cenderung lebih ramai tahun ini. Sebab penyakit PMK yang merebak di KLU lebih banyak menimpa sapi. Sehingga pembelian kambing akan lebih diminati dibandingkan sapi.

Hal ini sudah terlihat dari jumlah penjualan yang dilakukan Rajit. Tahun sebelumnya, pembeli mulai ramai pada H-10 Idul Adha. Sedangkan pada tahun ini, pembeli mulai berdatangan sejak H-20 lebaran.

Baca Juga :  Bupati Resmikan RTG di Desa Rempek

”H-20 saja saya sudah menjual 18 ekor,” bebernya.

Khusus sapi, meski harganya anjlok saat ini, Rajit sudah menyediakan 100 ekor untuk dijual. Sebab dirinya meyakini harga sapi akan normal, bahkan meningkat ketika mendekati lebaran nantinya. Hal ini dikarenakan hewan ternak dari luar KLU tidak lagi diizinkan masuk.

”H-10 kemungkinan naik harganya, karena stok ternak menipis nantinya,” katanya.

Harga kambing keturunan etawa yang dijual kisaran Rp 1,5-6 juta. ”Lebih untung sekarang ketimbang tahun lalu, karena waktu itu kan ada Korona,” jelasnya.

” H-10 bisa saja 25 ekor yang terjual,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD KLU Hakamah meminta peternak KLU tidak melakukan panic selling. Sebab hal itu akan semakin membuat harga ternak, khususnya sapi anjlok.

Baca Juga :  Dorong Percepatan Pembangunan Politeknik

”Kami harap mereka bersabar dulu, kalau pun mau dijual saat ini hubungi saudagar lokal,” katanya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/