alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Pencairan Jadup Belum Dapat Dipastikan

TANJUNG-Para korban gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) harus kembali bersabar. Bantuan jaminan hidup (Jadup) untuk korban gempa belum bisa dipastikan kapan cairnya. Padahal data penerima sudah diserahkan ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

“Kemensos sudah mengajukan santunan tersebut ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Kita tunggu saja,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Suryadin, kemarin (26/8).

Ia menuturkan, bupati KLU sudah menghadap ke Kemensos untuk membahas hal ini. Namun jawaban dari kementerian, saat ini dana tersebut sudah diajukan ke Kemenkeu 6 Agustus lalu.

Suryadin mengatakan, data penerima Jadup di KLU sebanyak 75.554 KK atau 242.572 jiwa. Estimasi dana yang dibutuhkan sebesar Rp 145.543. 200.000.  Data dan jumlah kebutuhan dana ini yang diajukan Kemensos pada Kemenkeu.

Ia mengatakan, data penerima santunan dan Jadup sudah tuntas. Hanya saja persoalan rekening muncul. Hal ini dikarenakan data yang disetorkan warga banyak yang keliru. Di antaranya masih banyak yang salah mengisi kolom formulir yang diberikan.

“Seperti  data NIK tidak semua warga mencantumkannya,” jelasnya.

Karena itu pihak bank tidak bisa menindaklanjuti pembuatan rekening. Pihak bank kemudian mengirimkan kembali data tersebut ke Dinsos. Pihaknya kemudian meminta desa untuk melengkapi data tersebut.

“Tapi jumlahnya tidak banyak,” imbuhnya

Hingga saat ini, jumlah rekening yang sudah jadi sebanyak 60 persen dari jumlah penerima. Meski begitu, pihaknya terus mengejar sisa tersebut hingga tuntas.

Ia menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum berani memastikan kapan Jadup akan cair. Apalagi Kemensos juga belum berani memberikan pernyataan dikarenakan belum ada jawaban dari Kemenkeu.

“Jadi warga mohon bersabar dulu. Ini kan anggaran dari pusat, kita tidak bisa intervensi,” pungkasnya. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks