alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Dewan Tetap Tolak Ritel Modern Masuk KLU

TANJUNG-Pemerintah KLU berencana memberi izin operasi ritel modern, di Gili Tramena (Trawangan, Meno dan Air). Namun hal ini ditentang Fraksi Gerindra DPRD KLU.

”Yang dikatakan pak sekda kemarin, kami sangat menolak itu,” tegas Anggota Fraksi Gerindra DPRD KLU Artadi, Kamis (27/1).

Penolakan yang dilayangkan tersebut bukan tanpa alasan. Diantaranya jumlah tenaga kerja yang akan diserap sangat sedikit. Selain itu, dirinya tidak yakin banyak produk lokal yang bisa diakomodir.

”Apa iya keripik singkong yang sering dibuat warga mau mereka akomodir,” sambungnya.

Kehadiran ritel modern ini dinilainya akan berdampak tidak baik bagi pedagang lokal. Tempat yang bagus dan dipasangi AC dinilai cenderung lebih menarik pembeli dibandingkan toko lokal.

Baca Juga :  Cegah Varian Omicron, ASN Pemkab KLU Mulai Divaksin Booster

”Apalagi yang dijual sama, kecuali beda ya tidak masalah,” kata ketua Komisi III DPRD KLU itu.

Artadi lebih menyarankan untuk membantu toko-toko yang ada di KLU. Sehingga tidak menciptakan persaingan usaha yang berimbas pada kondusivitas nantinya.

”Kasihan mereka (pedagang lokal, Red),” ucapnya.

Meski wacana tersebut baru akan dilakukan di Gili Tramena, Artadi tetap menolak. Sebab ada banyak pedagang kecil di tiga pulau tersebut. Apalagi dalam kondisi pariwisata sedang tidak berjalan saat ini.

Fraksi Gerindra meminta Pemerintah KLU untuk melihat dan memilah kondisi sebelum mengambil kebijakan soal ini. Sebab ada banyak nasib warga KLU yang akan ikut dipertaruhkan di dalamnya.

”Saya sangat menolak dan mereka belum saatnya masuk sekarang ini,” tandasnya.

Baca Juga :  PNS Terjerat Narkoba, Bupati Lombok Utara: Tidak Ada Toleransi!

Pj Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi mengatakan, pimpinan daerah menginginkan ritel modern hadir di KLU. Hanya saja masyarakat belum siap dengan hal ini. Sebab masih ada asumsi keberadaan ritel modern dikhawatirkan akan mengganggu daya beli masyarakat.

”Kalau dilihat dari harga ritel modern lebih mahal, mungkin ini butuh waktu menyampaikan ke masyarakat,” pandangan asisten III Setda KLU itu.

Pemerintah KLU tengah melakukan kajian mengenai ritel modern ini. Selain di Gili Tramena, bisa saja ritel modern tersebut akan diizinkan dengan pola satu kecamatan satu ritel.

”Kalau saya pribadi sih legowo, tapi kebijakan belum untuk ritel modern ini,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/