alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

KLU Gelar Musrenbang Pertanian Pertama

TANJUNG-Petani sering mengeluhkan harga komoditas pertanian yang anjlok saat musim panen tiba. Hal ini menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Pertanian tingkat Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dari Musrembang ini diharapkan bisa dibentuk BUMD yang dapat menjamin stabilnya harga komoditas pertanian.

“BUMD ini harus mampu menyelesaikan permasalahan tersebut,” tegas Bupati KLU H Najmul Akhyar usai membuka Musrembang Pertanian, kemarin (27/2).

Dikatakan rendahnya harga komoditas pertanian saat panen menjadi salah satu permasalahan yang sering dialami petani. Hal ini diduga akibat mata rantai distribusi yang begitu panjang. Karenanya mata rantai distribusi yang panjang ini harus dipangkas.

“Kalau mata rantai distribusinya diputus, petani bisa mendapatkan harga lebih baik,” tegasnya.

Salah satu solusi yang bisa diambil adalah dengan membentuk BUMD pertanian. BUMD ini nantinya bisa membeli komoditas pertanian KLU dengan harga yang wajar.  Terutama saat panen.

Baca Juga :  Sejumlah Jembatan Segera Dibangun

Dengan demikian, diharapkan harga komoditas pertanian tetap stabil.

“Pada akhirnya para petani menjadi lebih sejahtera,” tukasnya.

Ia mengungkapkan, Musrenbang Pertanian yang pertama kali digelar ini dibahas berbagai persoalan yang dihadapi petani. Musrenbang ini menjadi penting karena 80 persen masyarakat KLU berprofesi sebagai petani.

“Sektor pertanian sejauh ini paling banyak berperan dalam mengatasi persoalan kemiskinan,” tuturnya.

Bupati menilai, sektor pertanian juga terkait dengan sektor-sektor lainnya. Seperti perikanan, hingga pariwisata. Karenanya melalui musrenbang tersebut, diupayakan terjalin sinergisitas antara sektor pertanian dengan sektor lainnya.

Bupati menambahkan, selain persoalan harga panen yang anjlok, persoalan lainnya yang dihadapi petani adalah menyangkut ketersediaan pupuk. Masalah ini kerap dikeluhkan para petani.

Untuk mengatasi masalah pupuk ini, pemkab telah melakukan sejumlah langkah. Salah satunya menyediakan dana talangan untuk membeli pupuk sebelum kembali dijual ke petani. Sehingga petani yang tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli pupuk, bisa mendapatkan pupuk dari dana talangan ini.

Baca Juga :  Temuan BPKP, Enam Paket Proyek Pembangunan Jalan di KLU Kekurangan Volume

Sementara itu, Kepala DKPP KLU Nanang Matalata menjelaskan lahan pertanian di KLU mencapai lebih dari 80 ribu hektare. Lahan tersebut terdiri dari lahan sawah teknis, nonteknis, hingga tadah hujan. Begitu juga dengan  potensi perkebunan, juga sangat menjanjikan.

Namun potensi tersebut belum tergarap maksimal. Terlebih pascagempa lalu, banyak petani banyak terdampak. Jaringan irigasi dan infrastruktur pertanian lainnya juga banyak yang rusak. Belum lagi berbicara mengenai topografi KLU yang berbukit-bukit sehingga mempersulit distribusi air untuk kepentingan pertanian.

“Karenanya melalui musrenbang ini diharapkan ada solusi untuk memecahkan berbagai persoalan tersebut,” tandasnya

Hasil musrenbang tersebut nantinya akan diteruskan pada musrenbang tingkat kabupaten sebelum dituangkan dalam rancangan RKPD KLU. (fer/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/