alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Agustus, Pasangan Najmul-Suardi Deklarasi

TANJUNG-Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar-H Suardi (Nadi) akan melakukan deklarasi Agustus mendatang. Konsolidasi relawan hingga tiingkat dusun sudah mulai dilakukan.

”Insya Allah kita agendakan bulan depan deklarasinya,” jelas Ketua Tim Ikhtiar Kabupaten Nadi Endri Susanto, Senin (27/7).

Terkait partai-partai pengusung, semua tengah berproses. Itu lantaran rekomendasi partai pengusung berpasangan.

”Partai apa saja yang sudah bersama kita, akan kami ungkap ppada waktunya. Tapi yang jelas itu PPP, PAN, dan Demokrat,” jelas dia.

Saat ini komunikasi intens tetap dilakukan dengan Golkar, Nasdem, dan PBB. Khusus PBB, pihaknya yakin sebab beberapa waktu lalu sudah terjalin komunikasi

”Kita akan tetap melakukan pendekatan dengan PBB untuk ke arah politik yang lebih jelas,” ucapnya.

Pada prinsipnya, komunikasi tetap diperbanyak dengan siapapun. ”Dibutuhkan teman banyak berpikir, makanya kita ajak parpol untuk melanjutkan ikhtiar ini,” kata dia.

Tak lupa dia mengajak seluruh masyarakat menilai secara proporsional. Kinerja dan capaian lima tahun H Najmul Akhyar menjadi tolok ukur membangun KLU.

”Kita juga tidak ingin dianggap tidak realisasi. Harus ada pembandingnya,” tegas dia.

Terkait visi misi, Nadi akan melanjutkan apa yang belum maksimal saat ini. Diantaranya satu dokter satu desa yang belum tuntas akibat gempa 2018 lalu.

”Kalau ada beberapa orang yang mengatakan visi misi bupati gagal, mana indikatornya. Jadi bisa dijelaskan gagalnya di mana,” tanya dia.

Ia menambahkan, sebelum gempa jumlah dokter desa 22 orang. Namun jumlah itu berkurang selepas gempa.

”Makanya kalau ada yang belum maksimal, itu manusiawi,” tandas dia.

Divisi Humas Tim Ikhtiar Kabupaten Nadi Habibullah berharap masyarakat lebih melihat data yang ada. Semua visi misi diklaim sudah berjalan.

Seperti WUB (Wirausaha Baru), Pemda KLU sudah merealisasikan lebih dari 10.000 WUB. Sedangkan satu dokter satu desa, bahkan bupati sudah melakukan MOU dengan salah satu universitas untuk memenuhi kekurangan itu.

Kemudian pupuk merata. Pemerintah menyediakan Rp 500 juta untuk subsidi pupuk setiap tahun. Sedangkan Kapal tangkap untuk nelayan memang diberikan dalam bentuk jaring dan mesin tempel. Sebab berkaca pada pengalaman di Tampes, kapal tangkap justru hancur karena jarang dipakai.

”Jadi visi misi itu sudah berjalan hanya saja belum maksimal,” tandas dia. (fer/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks