alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Budidaya Semangka Terkendala Lahan

TANJUNG-Semangka merupakan salah satu komoditas lahan kering yang cocok dibudidayakan di wilayah Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Iklim tersebut membuat pola tanam semangka bisa dilakukan hingga tiga kali setahun.

Salah satu pengawas produksi semangka Dusun Amor-amor, Desa Gumantar Karnim mengutarakan, areal tanam semangka yang dikelola belasan tahun belakangan di wilayah tersebut sudah jauh berkurang. Areal kelola awal seluas 12 hektare, kini tersisa hanya lima hektare.

“Awalnya lahan yang dikelola 12 hektare, tapi begitu masuk usaha tambak, jadi berkurang,” kata Karnim, kemarin (28/8).

Pengawas asal Dusun Lading-lading Desa Tanjung ini menjelaskan, budidaya semangka di daerah tersebut adalah pengusaha Cina. Sejak budidaya tersebut dimulai pertama kali, ia sudah dipercaya untuk mengelola lahan tersebut. Selama belasan tahun mengolah lahan, jumlah warga yang terlibat dalam budidaya semangka ini cukup banyak, antara 25-30 orang.

Ia membayangkan, jika lahan yang dikelola makin luas, maka akan semakin banyak warga yang terbantu. Apalagi sistem upah yang diterapkan pengusaha adalah upah harian. Mereka dibayar Rp 65 ribu per hari untuk pria dan Rp 60 ribu per hari untuk perempuan.

Setiap tahun, budidaya semangka dilakukan selama 3 kali dengan periode tanam maksimal 3 bulan. Sehingga dalam 9 bulan, sebagian warga Amor-amor praktis tidak menganggur. Tingkat kesuksesan budidaya Semangka di Amor-amor cukup tinggi. Setiap panen, rata-rata produksi minimal 1 ton per hektare. Produksi akan terganggu apabila cuaca kurang mendukung, atau terkena hama penyakit.

“Untuk pengairan kami gunakan sumur bor, hampir setiap hari sumur dioperasionalkan dan itu juga membantu warga karena perusahan menyediakan sumur gratis,” jelasnya.

Karnim mengaku, pihaknya berencana menambah lahan terutama pascapengalihan lahan semangka kepada perusahaan tambak udang. Namun hingga saat ini, pihaknya belum memperoleh kepastian dari pemerintah daerah.

“Ekspansi areal tanam sudah lama direncanakan, tapi belum dapat kepastian. Apalagi pasar semangka sudah jelas,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian H Nanang Matalata dikonfirmasi mengenai persoalan ini masih belum memberikan jawaban. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks