alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Pendakian Jalur Senaru Kurang Laku, Apa Solusinya?

TANJUNG-Pendakian ke Rinjani melalui Jalur Senaru belakangan kurang diminati. Saat ini, banyak wisatawan yang memilih muncak melalui jalur pendakian lain, terutama Sembalun.

Wakil Bupati (Wabup) Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan mengatakan, kondisi sepi ini bisa dimanfaatkan dengan membangun fasilitas pendukung. Sehingga membuat para pendaki mendatang lebih nyaman dan tinggal lebih lama di Senaru.

”Kelebihan Senaru bukan hanya di pendakiannya. Ada hal yang harus dikemas di sana,” ujar dia, Sabtu (27/11).

Pengemasan yang dimaksud yakni kesiapan hotel, kebun kopi, hingga potensi alam berupa air terjunnya. Hal ini yang harus digarap sehingga bisa menjadi spot wisata menarik bagi para pendaki.

Baca Juga :  Pembukaan Pendakian Rinjani Batal, Liburan Hanya Boleh di Kaki Gunung

”Makanya mudahan ada terobosan pak kades Senaru juga agar saingan kita bisa kita imbangi Sembalun, bahkan lebih baik,” sambungnya.

Dia percaya tiap jalur pendakian  memiliki karakteristik masing-masing. Hal ini yang perlu digali sehingga bisa memberikan keuntungan wisata bagi desa maupun daerah.

Kepala Desa Senaru Raden Akria Buana membenarkan jika banyak pendaki melakukan pendakian melalui Jalur Sembalun. Hal ini tak lepas dari kondisi pascagempa 2018 lalu. Itu menjadi PR bersama ketika kondisi keuangan daerah membaik.

”Kalau infrastruktur bagus, saya yakin Senaru jadi pilihan utama,” ujarnya.

Ia mengatakan, meski pendaki naik melalui Sembalun, namun mereka turun melalui Senaru. Hal ini yang perlu ditangkap sebagai peluang agar pendaki mau menginap di Senaru. Namun sebelum itu, persoalan infrastruktur harus diperhatikan.

Baca Juga :  Jatuh ke Jurang, Pendaki Rinjani Ditemukan Meninggal Dunia

Mulai dari Jebak Bawah hingga Segara Anak, infrastrukturnya belum maksimal akibat gempa. ”Kita hanya bisa sampai Pelawangan,” bebernya.

”Sekarang sedang diperbaiki, hanya saja memang dibutuhkan waktu cukup panjang,” imbuhnya.

Akria mengatakan, pihaknya tidak ingin tamu hanya ditawarkan menginap di gunung saja. Ada banyak potensi alam dan kearifan lokal yang bisa disuguhkan.

”Makanya kita disini bersama semua desa lainnya bersinergi untuk menyediakan kearifan lokalnya,” pungkasnya. (fer/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/