alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Kampung Sehat, Lahirkan Perempuan-perempuan Tangguh Sigar Penjalin

Dihadapkan pada banyaknya warga desa yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan lantaran pandemi Covid-19, Pemerintah Desa Singar Penjalin tidak menyerah. Lomba Kampung Sehat melahirkan ide cemerlang. Pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga pun menjadi jalan keluar. Para perempuan-perempuan tangguh itulah yang kini menjadi penopang ketahanan ekonomi keluarga di sana. Bagaimana caranya?

—————————————————————

 

SEMANGAT Lomba Kampung Sehat turut dirasakan warga Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung. Terlebih untuk bertahan di tengah ekonomi yang sangat terdampak Covid-19.

Kepala Desa Sigar Penjalin Zawil Fadli menuturkan, efek Covid-19 sangat dirasakan warganya. Banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Sebab, sektor unggulan Lombok Utara sempat lumpuh akibat pandemi tersebut. Salah satunya sektor pariwisata.

“Sehingga orang-orang bingung untuk mencari pekerjaan bagiamana menafkahi keluarga dan lain sebagainya,” kata dia.

Salah satu jurus Pemdes Sigar Penjalin saat ini adalah pemberdayaan perempuan. Khususnya ibu rumah tangga. Mereka diberdayakan untuk memproduksi madu trigona dan menggalakkan penanaman hortikultura. Tujuannya jelas. Menjaga denyut ekonomi warga, dan juga membangun ketahanan pangan warga di tengah pandemi.

Upaya itu menunjukkan hasil. Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sigar Penjalin bahkan menjadi juara kedua terbaik di NTB belum lama ini. Mereka sukses dalam pengembangan bibit tanaman hortikultura.

Zawil mengatakan, Kelompok wanita tani bertanam hortikultura di lahan khusus seluas dua are. Di dalamnya sudah termasuk untuk pembibitan. Hasilnya dijual dan menjadi konsumsi pribadi.

Aneka tanaman ada di sana. Mulai dari sawi, seledri, pakcoy, kangkung, wortel, terong bulat, terong hijau panjang, kemangi, cabai, tomat, pepaya, dan pisang.

“Bahkan ada jenis cabai bulat yang banyak diminati banyak orang. Itu sekarang sedang kita perbanyak,” jelas dia.

Pemasarannya kemana? Rupanya dilakukan secara daring. “Cabai bulat itu yang best seller,” imbuh dia.

Sedangkan madu trigona sudah dijual hingga ke luar daerah. Untuk madu trigona 460 ml, dibanderol dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

“Selain dijual, KWT ini juga membagikan hasil panen sayur cuma-cuma pada warga masyarakat,” ungkap dia.

Pemberdayaan kaum perempuan ini, kata dia, untuk membantu pemulihan ekonomi di tingkat keluarga. Sebab, ada banyak pekerja, terutama sektor pariwisata yang dirumahkan setelah wabah Covid-19 merebak.

Selain memberdayakan perempuan, Pemdes Sigar Penjalin juga menyediakan lapak bersama. Itu bertujuan untuk membangkitkan gairah ekonomi masyarakat. Ada kurang lebih 23 produk desa yang ditonjolkan di lapak tersebut. Mulai dari makanan, kerajinan tangan, hingga bunga dan lampu hias dari sampah plastik.

“Semua itu produk asli warga Desa Sigar Penjalin. Mereka jualan dari sore hingga malam hari,” beber kepala desa termuda di KLU itu.

Lapak UMKM ini difokuskan di Dusun Lendang Berora yang memang lokasinya strategis. Seluruh dusun di Desa Sigar Penjalin berkumpul untuk berjualan di sana.

Sedangkan KWT madu trigona difokuskan di Dusun Rangsot Timur. Kini, sedikitnya 250 stub madu trigona dikembangkan oleh 25 kepala keluarga. Satu kepala keluarga itu membudidayakan 10 stub madu trigona.

“Kami sangat bersyukur adanya Kampung Sehat ini. Benar-benar memotivasi warga kami juga,” kata dia.

Lanjut Zawil, selain pemulihan ekonomi, Pemdes juga sangat memperhatikan kesehatan warga. Maka, jika bertandang ke desa ini saat-saat sekarang, sejumlah ember lengkap dengan sabun disediakan di tiap gang bagi warga luar yang datang ke desa.

Selain itu, Pemdes juga mengkampanyekan penggunan masker setiap hari. Bahkan Pemdes melalui Dana Desa melakukan pengadaan 10.700 masker. Ini sesuai dengan jumlah penduduk, dengan harapan setiap masyarakat itu bisa menggunakan masker sendiri. Tidak hanya itu penyemprotan disifektan dari rumah ke rumah juga rutin dilakukan.

“Kasus positif di sini ada dua. Satu sudah meninggal dunia karena memang ada penyakit bawaannya,” ungkap Zawil.

Agar tak ada lagi penambahan kasus, pihaknya juga terus melakukan kampanye melalui media luar ruang. Media luar ruang itu dipasang di setiap dusun.

“Semua aspek kita gerakkan untuk menyambut adaptasi tatanan baru ini,” tandas dia. (fer/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks