LombokPost-Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lombok Utara (KLU) meminta provinsi kembali menggelar operasi pasar (OP). Ini terkait komoditas beras yang harganya masih melambung di KLU. ”Kami sudah bersurat agar bisa kembali digelar OP daerah Lombok Utara ke Pemprov NTB dan juga Bulog NTB,” kata Kepala Diskoperindag KLU Haris Nurdin pada Lombok Post, Rabu (26/9).
Sebenarnya beberapa waktu lalu juga sudah digelar OP. Namun hingga kini harga beras masih tingga, sehingga kegiatan serupa butuh kembali digelar. ”Sudah ada lima kali OP sejak Agustus hingga awal September 2023 lalu,” imbuhnya.
Penyelenggaraan OP sebelumnya dilakukan merata untuk lima kecamatan di KLU yaitu di Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan, dan Bayan. Nantinya untuk OP yang diminta ini akan diadakan di lokasi berbeda, tetapi masih menyasar untuk semua kecamatan. ”Nanti kami carikan lokasi yang menyasar langsung ke masyarakat setempat,” imbuhnya.
”Banyak upaya kami lakukan yang langsung sasaran kami ke masyarakat. Beras ini kebutuhan pokok semuanya,” tambahnya.
Terpisah Kepala BPS NTB Wahyudin sebelumnya mengatakan terkait dengan inflasi, share dari beras cukup tinggi. Itu karena beras adalah kebutuhan pokok yang paling utama. ”Dengan kenaikan harga beras akan mempengaruhi inflasi, tetapi mudah-mudahan kenaikan ini tidak berlangsung lama dan tidak setinggi seperti yang kita lihat,” jelas dia. (nur/r9)
Editor : Rury Anjas Andita