LombokPost-Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lombok Utara mendorong ada upaya konkret dalam penyelesaian masalah air bersih yang ada di tiga gili.
”Ini bisa membawa ancaman untuk PAD dan Pendapatan Asli Desa (PADes), kalau kunjungan wisatawan menurun akibat air bersih ini,” kata Ketua AKAD Lombok Utara Budiawan pada Lombok Post, Sabtu (23/6).
Budiawan menjelaskan dengan adanya kasus ini pastinya ini sangat berdampak pada kunjungan pariwisata kedepannya.
Apalagi pariwisata di gili ini merupakan pariwisata internasional.
”PAD terbesar Lombok Utara dari pariwisata. Jelas ini nanti akan berdampak luas dengan menurunnya animo masyarakat atau wisatawan yang akan datang berwisata. Kebutuhan air ini sangat dasar untuk kehidupan,” tuturnya.
AKAD berharap ada upaya dan gerak nyata dari pemkab dalam mengatasi permasalahan ini. Solusi seperti apa yang dibutuhkan itu diserahkan kepada pemkab karena lebih tahu hal tersebut.
Jangan sampai berlarut-larut sehingga membawa dampak yang lebih meluas lagi kedepannya.
”Melihat ini kebutuhan dasar masyarakat harus bisa dicarikan solusi terbaik agar masyarakat tidak mengalami kesulitan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Budiawan mengatakan kehidupan masyarakat yang sudah berat akan semakin berat dengan terus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.
Padahal air ini harusnya cukup terjangkau bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
”Masyarakat jadi beli air kemasan, inilah yang butuh penanganan cepat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua IHGMA NTB Lalu Kusnawan mengatakan masyarakat terpaksa harus membeli air demi memenuhi kebutuhan akan air bersih tersebut.
Hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan bisa dikatakan membutuhkan biaya yang sangat besar untuk membawa air ke kawasan tiga gili.
”Jutaan rupiah kalau warga atau pengusaha mau mendatangkan air,” tandasnya. (nur/r12)
Editor : Kimda Farida