Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kunjungan ke Gili di Libur Nataru Tahun 2025 Turun 20 Persen

Habibul Adnan • Selasa, 30 Desember 2025 | 12:57 WIB

MENURUN: Para wisatawan yang menginap di kawasan wisata Gili Air pada periode libur nataru, belum lama ini
MENURUN: Para wisatawan yang menginap di kawasan wisata Gili Air pada periode libur nataru, belum lama ini
LombokPost – Okupansi hotel dan resort di kawasan wisata Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air (Tramena) mengalami penurunan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.

Ada penurunan hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB Lalu Kusnawan mengungkapkan, dalam beberapa hari lalu ada peningkatan kunjungan hingga 60-70 persen.

Akan tetapi jika dibandingkan dengan periode Nataru tahun lalu, ada penurunan sekitar 20 persen.

Meski begitu, pelaku usaha hotel dan restoran di Tiga Gili terus berinovasi dalam mengoptimalkan tingkat hunian.

Misalnya dengan menyiapkan beragam strategi promosi dan paket wisata. "Salah satunya melalui paket menginap," katanya.

Paket menginap tersebut dikombinasikan dengan jamuan makan malam, hiburan musik, acara tematik, hingga pesta perayaan malam tahun baru.

Kusnawan mengaku,, paket-paket tersebut tidak hanya ditujukan untuk menarik minat wisatawan.

"Akan tetapi juga mendorong peningkatan lama tinggal serta perputaran ekonomi lokal selama periode libur panjang," imbuh pria yang juga General Manager Wilson’s Retreat Gili Trawangan itu.

Kusnawan juga menekankan pentingnya dukungan dan kolaborasi seluruh pihak untuk menjaga kondisi pariwisata tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi wisatawan.

Menurutnya, pengalaman liburan yang positif akan menjadi kunci agar Gili Tramena tetap menjadi destinasi unggulan di masa mendatang.

Hal senada disampaikan General Manager Vyaana Gili Air Lyly Mac Donald.

Dia menyebutkan bahwa tingkat keramaian di jalan-jalan utama dan pelabuhan pada pekan-pekan awal Desember tidak sepadat tahun lalu.

Lyly mengaku, pada awal Desember lalu kunjungan relatif lebih sepi. Kemudian peningkatan pergerakan tamu mulai terlihat signifikan setelah 22 Desember.

“Aktivitas fastboat dari Bali tetap berjalan normal dan tidak ada pembatalan keberangkatan,” jelasnya.

Menghadapi dinamika tersebut, para pengelola resort di kawasan Tiga Gili memanfaatkan periode low season sebelumnya untuk meningkatkan kualitas layanan.

Vyaana Gili Air misalnya, melakukan perawatan menyeluruh dan pembaruan fasilitas kamar.

“Meskipun usia resort kami sudah memasuki 10 tahun, kami berkomitmen menjaga fasilitas tetap representatif dan prima dalam menyambut tamu Nataru,” tambahnya.

Dia menambahkan, Gili Tramena tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan untuk merayakan malam pergantian tahun.

Tren pemesanan kamar menunjukkan peningkatan menjelang puncak tahun baru, meskipun masih tersedia beberapa unit kamar.

Kepala Dinas Pariwisata KLU Dende Dewi Tresni Budi Astuti mengaku, dari hasil koordinasi dengan pihak hotel memang ada penurunan angka kunjungan wisatawan pada libur nataru tahun ini.

Pada 20 Desember tahun lalu sudah mencapai sekitar 80 persen, sementara di periode yang sama tahun ini berada di kisaran 50 persen.

Dende menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi menurunnya kunjungan wisatawan.

Salah satunya adalah bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah, seperti Sumatra dan Bali.

"Ini berdampak pada perubahan rencana perjalanan wisatawan mancanegara," katanya.

Selain itu, kondisi cuaca ekstrem hidrometeorologis yang tidak menentu, serta perubahan siklus musim dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ini juga turut memengaruhi minat kunjungan wisatawan ke KLU.

Editor : Kimda Farida
#okupansi hotel di gili #Gili Meno #Gili Trawangan #Gili Air #gili tramena