Hingga saat ini, sudah enam kali berturut-turut meraih Anugerah Kabupaten Peduli Kerukunan Umat Beragama.
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan hasil komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan.
Menurutnya, suasana nyaman dan kekeluargaan yang terbangun bukan sesuatu yang dibuat-buat, melainkan lahir dari ketulusan antarumat beragama.
“Kerukunan yang kita rasakan hari ini adalah buah dari sikap saling menghormati dan saling menjaga. Ketika toleransi dijadikan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, maka insyaallah kedamaian akan benar-benar terasa,” ujar Najmul.
Ia menambahkan, reward harmoni yang diterima secara konsisten dari tahun ke tahun menjadi bukti bahwa nilai-nilai toleransi telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Lombok Utara.
Pemerintah daerah, kata Najmul, akan terus mendorong dialog lintas agama dan memperkuat ruang-ruang kebersamaan.
Hal senada disampaikan tokoh umat Buddha Lombok Utara Sudirsah Sujanto.
Ia menilai Lombok Utara sebagai contoh daerah yang berhasil mempraktikkan toleransi secara nyata, bukan hanya dalam seremoni, tetapi dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Kata dia, Umat Buddha merasa sangat diterima dan dihargai.
Ketika ada perayaan keagamaan, masyarakat lintas agama saling membantu dan menjaga.
Menurutnya, kerukunan yang terbangun di Lombok Utara sejalan dengan ajaran luhur setiap agama.
Yaitu menjunjung kasih sayang dan kedamaian. Ia berharap, nilai-nilai harmoni tersebut terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Menurutnya, Lombok Utara sudah membuktikan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk hidup damai.
Dia juga berharap, Lombok Utara terus menjadi contoh daerah harmonis di tingkat nasional, sekaligus memperkuat citra sebagai wilayah yang aman, damai, dan ramah bagi semua golongan.
Editor : Marthadi