LombokPost – Progres pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah dilaporkan ke pemerintah pusat.
Termasuk desa-desa yang belum bisa membangun karena masih terkendala lahan.
Komandan Kodim 1606/Mataram Kolonel Inf Nyarman mengaku, pihaknya menyampaikan laporan perkembangan pembangunan gerai KDMP untuk seluruh desa di KLU. Laporan itu nantinya sebagai bahan evaluasi pemerintah pusat.
“Progresnya sudah kita laporkan. Mana desa yang sudah punya lahan, mana yang belum, semuanya sudah kita sampaikan,” ujarnya.
Menurutnya, kendala utama masih berkutat pada penyediaan lahan. Sejumlah desa belum bisa memulai pembangunan fisik karena belum memiliki lokasi yang memenuhi standar.
Pihaknya telah meminta camat bersama pemerintah desa untuk mempercepat pencarian lahan.
“Kami sudah sampaikan ke Pak Bupati agar yang belum ada lahannya segera dicarikan solusi. Memang hambatan terbesar di situ,” katanya.
Terkait kebijakan lanjutan, Nyarman menyebut keputusan kemungkinan akan ditentukan langsung oleh Prabowo Subianto.
Apakah melalui skema pembelian lahan atau pemanfaatan aset pemerintah yang tersedia. “Mungkin nanti ada kebijakan dari Presiden, lita tunggu arahan,” imbuhnya.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembentukan 30 ribu KDMP rampung sebelum Agustus 2026.
Nyarman menyadari, untuk mencapai target itu tidak mudah. Akan tetapi dia optimistis jika sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan berjalan optimal.
Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) KLU Budiawan menyebut, dari 43 desa, baru sekitar 10 desa yang memulai pembangunan KDMP.
Di antaranya Desa Sokong, Kecamatan Tanjung yang paling progresif dengan capaian mendekati 70 persen.
Kemudian Desa Bentek, Kecamatan Gangga. Di mana progres pembangunan KDMP masih di kisaran 40 persen.
“Sudah ada yang jalan, tapi memang belum merata. Mayoritas masih terkendala lahan,” ujarnya.
Di sisi lain, ada desa yang sudah melangkah lebih jauh. Desa Genggelang, Kecamatan Gangga misalnya yang telah beroperasi penuh.
Bahkan desa ini sudah menggelar Rapat Akhir Tahun (RAT) operasional program Desa Merah Putih tahun anggaran 2025.
Editor : Akbar Sirinawa