Yang menjadi sorotan adalah terkait material bangunan yang mudah terbakar serta keterbatasan sarana dan prasarana.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan KLU Erwin Rahadi mengatakan, kejadian kebakaran di kawasan Gili bukan kali pertama terjadi.
Karena itu, pihaknya mengingatkan para pelaku usaha agar lebih memperhatikan standar keamanan bangunan, khususnya terkait penggunaan material yang mudah terbakar.
Ia menjelaskan, banyak bangunan di kawasan wisata tersebut menggunakan material kayu dan atap ilalang yang memang memberikan kesan estetis bagi pariwisata.
Namun, material tersebut juga memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi.
Karena itu, Damkar KLU menekankan beberapa hal penting kepada para pelaku usaha.
Di antaranya memastikan instalasi listrik bangunan diperiksa secara berkala, menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap bangunan, serta menyiapkan mesin penyemprot air portabel untuk penanganan dini apabila terjadi kebakaran.
“Harapan kita, pelaku usaha lebih memahami standar keamanan. Jangan sampai kejadian ini terus berulang tanpa ada mitigasi yang kuat dari sisi pemilik bangunan,” ujarnya.
Erwin Juga mengakui, bahwa sarana penanganan kebakaran di kawasan Gili masih belum memadai.
Saat ini, armada yang disiagakan didominasi kendaraan roda tiga yang dinilai kurang efektif untuk menangani kebakaran berskala besar.
Menurutnya, kondisi sarpras di sana memang kurang pas kalau hanya mengandalkan roda tiga. Dia memastikan ini akan menjadi perhatian ke depan.
"Pak Bupati mengarahkan minimal kita siapkan armada sekelas Granmax untuk mobilitas di tiga,”.
Menurutnya, Pemda juga berencana menambah personel di pos pemadam kebakaran yang berada di kawasan Tiga Gili.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat waktu respons (response time) ketika terjadi kebakaran di wilayah kepulauan tersebut.
Kebakaran Hanguskan Sejumlah Bangunan Usaha di Gili Trawangan
Dalam kebakaran di Gili Trawangan, ada beberapa bangunan terdampak.
Di antaranya Diversia Office Diving, Sama Sama Reage Bar, Gili Mart, Semaya Office, Temporary Outlet Office BRI Cabang Mataram, Office Fast Boat dan Bar Ocean, Gudang Ocean.
Kemudian The Camel Fast Boat Office, Restaurant Ocean, Golden Queen Office, Ostina Office, Gili Snorkling Office, Hello Capitano Cafe, serta Manta Dive Office dan Bar.
Kapolsubsektor Gili Indah Ipda Abdullah mengatakan, tidak terdapat korban jiwa dalam insiden ini.
Dugaan sementara kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik. Kerugian materi mencapai miliaran rupiah.
Editor : Jelo Sangaji