Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkab Lombok Utara Antisipasi Lonjakan Sampah Saat Malam Takbiran

Habibul Adnan • Selasa, 17 Maret 2026 | 10:00 WIB

Habib
Habib
LombokPost – Potensi lonjakan sampah saat malam takbiran menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KLU menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar sampah dari kegiatan pawai takbiran tidak berserakan di sepanjang jalan.

Kepala DLH KLU.Husnul Hadi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan skema penanganan sejak sebelum kegiatan berlangsung hingga setelah acara selesai.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mewajibkan setiap kontingen peserta pawai takbiran membawa tempat sampah sendiri.

Husnul menjelaskan, setiap kontingen akan diberikan satu tempat sampah. Yaitu ada yang berupa karung dan kresek besar.

Di situlah para peserta memasukkan sampahnya "Mereka harus membawa itu selama mengikuti pawai,” ujarnya.

Sesampai di garis finish, karung sampah itu kemudian dikumpulkan di satu tempat. Husnul Ahadi menegaskan, langkah ini diambil agar sampah tidak tercecer di sepanjang rute pawai yang dilalui peserta.

“Agar tidak melepas sampah sembarangan di jalan yang mereka lalui,” jelasnya.

Meski demikian, DLH mengakui tantangan terbesar justru berasal dari penonton yang biasanya memadati jalur pawai takbiran.

Sampah yang dihasilkan dari kerumunan penonton dinilai lebih sulit dikendalikan karena tidak semua membawa atau menggunakan tempat sampah.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, DLH KLU telah menyiapkan tim penyisiran. Tim inilah yang akan mengangkat sampah setelah malam takbiran.

“Setelah malam takbiran, pagi subuh tim sudah mulai bergerak menyisir sampah-sampah yang masih tersisa,” kata Husnul.

Dengan begitu, jelasnya, kondisi jalan, khususnya di kawasan protokol sekitar Masjid Jami’ Baturrahim Tanjung sudah bersih saat masyarakat datang melaksanakan salat Idulfitri.

Selain itu, DLH juga menyiagakan mobil pengangkut sampah. "Untuk menampung sampah yang telah dikumpulkan oleh peserta.

DLH KLU pun mengimbau masyarakat agar ikut menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung.

“Kalau membawa makanan atau minuman, sampahnya jangan dilepas sembarangan. Kumpulkan di tempat yang sudah disiapkan atau bisa diserahkan ke kontingen yang membawa karung sampah,” imbaunya.

.
Sementara itu, Kabag Kesra Setda KLU H. Sudirman mengaku, pawai takbir dipusatkan di Alun-alun Tioq Tata Tunaq.

Rute pawai dimulai dari alun-alun menuju arah barat hingga kawasan Desa Medana, Kecamatan Tanjung, kemudian kembali ke arah timur menuju garis finis di titik yang sama.
.
Dalam pelaksanaan pawai takbiran, panitia juga menerapkan sistem penilaian yang dibagi dalam tiga kategori utama.

Pertama kategori Gema Takbir yang menilai kemeriahan dan syiar lantunan takbir. Kedua kategori Miniatur dan Lampion yang menilai kreativitas visual peserta.

Terakhir kategori Keutuhan dan Kerapian Barisan yang menilai kekompakan serta disiplin peserta.

Selain itu, jelas Sudirman, desain miniatur yang dibawa peserta tidak diperbolehkan menyerupai makhluk hidup.

Tema miniatur diarahkan pada simbol-simbol religius seperti masjid, Alquran, Ka’bah maupun ornamen bernuansa Islami lainnya.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Pawai Takbir 1 Syawal #sampah malam takbiran #pawai takbir di Lombok Utara #Pemda Lombok Utara