LombokPost– Tradisi pawai Ogoh-ogoh di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapat angin segar untuk naik kelas menjadi bagian dari kalender event pariwisata daerah.
Dukungan itu datang dari kalangan legislatif dan eksekutif yang sepakat melihat potensi besar di balik tradisi budaya umat Hindu tersebut.
Anggota DPRD Lombok Utara Artadi menyampaikan, bahwa pawai ogoh-ogoh tidak hanya memiliki makna spiritual dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi.
Tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata. Tradisi yang digelar sehari sebelum Nyepi ini dinilai mampu memperkaya identitas pariwisata daerah.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat dalam menyaksikan pawai tersebut menjadi indikator kuat bahwa event ini layak dikembangkan lebih luas.
Selain itu, dampak ekonomi juga dinilai signifikan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ketika kegiatan ini ramai dan ditonton ribuan masyarakat, para pelaku UMKM tentu ikut merasakan dampak positif karena aktivitas ekonomi bergerak,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu juga menilai, pawai Ogoh-ogoh menjadi ruang kreatif bagi generasi muda.
Khususnya taruna-taruni Banjar umat Hindu di Lombok Utara. Selain mengasah kreativitas seni, kegiatan ini turut memperkuat nilai kebersamaan dan kekompakan dalam masyarakat.
Ia berharap, ke depan pelaksanaan ogoh-ogoh dapat dikemas lebih meriah dan profesional.
Bahkan, ia menyatakan komitmennya untuk mengawal dukungan anggaran agar event ini terus berkembang.
Baca Juga: Sejumlah Desa di KLU Manfaatkan Aset Daerah untuk Gerai KDMP
Sebelumnya, Bupati KLU Najmul Akhyar mengatakan, dari sisi pelaksanaannya, pawai Ogoh-ogoh punya potensi besar dari sisi ekonomi kreatif.
Karena itu, dia menginstruksikan agar pengelolaan tradisi ogoh-ogoh dilakukan secara profesional sehingga mampu menarik minat wisatawan, baik mancanegara maupun domestik.
Menurutnya, jika dikemas dengan baik, kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisata yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
“Target kami bisa masuk dalam Calendar of Events pariwisata Lombok Utara," kata Najmul.
Editor : Prihadi Zoldic