alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Mengenal NFT yang Viral, Diprediksi Melejit Popularitasnya di Indonesia

Aset digital Non-fungible Tokens (NFT), menjadi sorotan sepanjang tahun 2021. Untuk pertama kalinya, topik NFT bahkan masuk ke pencarian terbanyak melampaui ‘kripto’ dalam Google Trends secara global di tahun ini.

Di saat, pasar aset kripto mengalami penurunan volume transaksi selama beberapa minggu terakhir, penjualan NFT justru melonjak tajam. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) yang juga COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, tampaknya minat masyarakat pada NFT akan meningkat secara eksponensial pada tahun 2022 mendatang termasuk untuk pasar Indonesia.

“Tren NFT semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini karena minat masyarakat untuk memperjual-belikan aset dan karya seni digital melalu NFT semakin tinggi, seiring dengan pengetahuan mereka soal manfaatnya dan peluang pada pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital,” kata pria yang akrab disapa Manda ini melalui keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com.

Dirinya menambahkan, dengan semakin menggilanya NFT di akhir tahun 2021, tak mengherankan jika tren investasi virtual ini bakal berkembang pada 2022. Menurutnya, NFT juga telah mendarat di setiap sektor yang memiliki potensi, tak terkecuali di Metaverse dan platform investasi digital lainnya.

Baca Juga :  Review Deliveree Indonesia: Pengalaman Sewa Truk Colt Diesel

Mengutip data dari DappRadar menunjukkan bawah pada kuartal III 2021, penjualan NFT mencapai USD 10,7 miliar atau berkisar Rp 152 triliun di seluruh dunia. Angka ini naik tajam dari ‘hanya’ USD 1,3 miliar atau Rp 18,5 triliun pada kuartal II dan kuartal I sebesar USD 1,2 miliar atau Rp 17 triliun.

“Di Indonesia sendiri aset digital NFT masih tergolong baru, belum ada data lengkap mengenai tren pertumbuhannya. Meski begitu, dilihat dari pasar semakin mature, dengan banyaknya marketplace NFT yang bermunculan salah satunya TokoMall dari Tokocrypto,” tutur Manda.

TokoMall sendiri diklaim jadi pelopor marketplace NFT di Indonesia. Sejak diluncurkan Agustus 2021 lalu, kini, telah memiliki lebih dari 10,000 kolektor, 60 mitra resmi, dan lebih dari 8.000 NFT.

Terpisah, Head of TokoMall, Thelvia Vennieta, mengungkap tahun 2022 nanti, TokoMall punya sejumlah konsep dan fitur baru untuk tumbuhkan pasar NFT di Indonesia.

Baca Juga :  PPN Naik Jadi 11 Persen, Harga Smartphone Ikut Naik?

“TokoMall sekarang itu masih early stage. Kita baru launching itu pertengahan Agustus, masih banyak hal yang harus kita improve. Kita ingin masyarakat umum itu tertarik dulu dengan NFT, baru on top of that kita masuk ke Metaverse, gaming, properti, kemudian community, membership,” jelas Thelvia dalam video diskusi Ngobrolin NFT di YouTube belum lama ini.

Seperti istilahnya, pengertian NFT sendiri adalah barang digital yang tak tergantikan. Ini bisa berupa gambar, karya seni, koleksi, cuplikan video, album musik, item dalam game, dan banyak item lainnya.

NFT dicetak di blockchain, mirip dengan cryptocurrency. Oleh karena itu mereka unik dan langka dan sulit untuk dipalsukan. Investor digital memanfaatkan aset digital NFT demi menghasilkan uang dalam jumlah besar dengan jangka waktu singkat.

Sebuah NFT tunggal dapat dibeli dan dijual beberapa kali. Tetapi, pembeli harus membayar biaya royalti kepada pemilik atau pencipta asli dengan setiap penjualan. Biaya royalti biasanya sekitar 10 persen. (jpg/berbagai sumber)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/